Mataram (ANTARA) - Bupati Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Syarafuddin Jarot, mengatakan warisan kuliner tradisional pindang belik jadi identitas budaya dan penggerak ekonomi bagi warga di wilayah Lantung.

"Melalui Festival Budaya Pindang Belik kota mampu memperkuat identitas budaya masyarakat, menggerakkan ekonomi rakyat, serta menjadi agenda wisata tahunan yang semakin dikenal luas," kata Jarot pada Festival Budaya Pindang Belik di Halaman Kantor Camat Lantung, Sumbawa, melalui keterangan resmi, Kamis.

Pindang belik sendiri merupakan salah satu warisan kuliner khas masyarakat Kecamatan Lantung yang lahir dari kearifan lokal.

Pada masa lalu, ketika akses menuju wilayah pesisir masih sulit dan membutuhkan perjalanan berhari-hari dengan menunggang kuda, masyarakat Lantung mengembangkan teknik memindang ikan sebagai cara mengawetkan hasil laut agar dapat bertahan lebih lama.

Dari kebutuhan tersebut lahirlah pindang belik, yang tidak hanya menjadi hidangan bercita rasa khas, tetapi juga mencerminkan kecerdasan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

Seiring perkembangan zaman, pindang belik tidak lagi sekadar menjadi metode pengawetan ikan, tetapi telah berkembang menjadi identitas kuliner masyarakat Lantung yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Selain pindang belik, masyarakat juga mengenal berbagai olahan ikan lainnya seperti ikan sepat, ikan singang, ikan suer, abon ikan, padu telu, hingga aneka rujak pindang.

Jarot mengapresiasi Pemerintah Kecamatan Lantung dan seluruh masyarakat yang telah menggagas Festival Pindang Belik sebagai ruang untuk merawat jati diri budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi daerah kepada generasi muda maupun masyarakat luas.

Ia mengatakan bahwa Festival Budaya Pindang Belik bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan upaya nyata merawat identitas budaya daerah.

“Festival seperti ini bukan sekadar seremoni tahunan. Festival adalah cara kita merawat jati diri, ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda sekaligus kepada dunia luar," kata Jarot.

Menurutnya, Kecamatan Lantung telah menunjukkan keunikannya melalui Pindang Belik. Semakin banyak festival budaya digelar, semakin besar peluang kunjungan wisatawan, berkembangnya UMKM, meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, hingga terbuka-nya ruang kreativitas bagi generasi muda.

Untuk itu, orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa ini mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi tersebut agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.

"Setiap kecamatan di Kabupaten Sumbawa memiliki potensi khas yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata," pungkas Jarot.

Baca juga: NTB galakkan gerakan makan ikan jadi gaya hidup sehat

Baca juga: Menjaga nyala budaya Lombok Sumbawa

Baca juga: Museum Negeri NTB pamerkan koleksi terbaru hibah Kesultanan Sumbawa



Pewarta :
Editor: Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026