Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat menyiapkan lahan seluas tiga hektare guna mendukung pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu melalui program Local Service Develompment Improvement Project (LSDP) untuk meningkatkan tata kelola sampah.

"Lahan tersebut melebihi yang dipersyaratkan oleh pemerintah pusat yaitu seluas satu hektar," kata Bupati Lombok Timur Haerul Warisin di Lombok Timur, Sabtu.

Selain menyiapkan lahan, pemerintah daerah juga akan menyiapkan dana talangan yang dialokasikan melalui APBD Lombok Timur 2027 sebesar Rp 20 miliar.

"Jumlah ini dapat ditambahkan sesuai kebutuhan percepatan. Hal itu tidak lepas dari kondisi keuangan Kabupaten Lombok Timur yang dinilai sehat," katanya.

Ia mengatakan poin tersebut saat mengikuti asesmen LSDP yang berlangsung secara daring.

Baca juga: Pemkot Mataram mengkaji pengolahan sampah pasar jadi biogas

Menurut dia, tata kelola sampah di daerah ini masih perlu diperkuat untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang terintegrasi dan ekonomi sirkular.

"Kami berharap Lombok Timur dapat menjadi salah satu pilot projek LSDP yang dinilai sebagai instrumen penting percepatan pengelolaan sampah," katanya.

Sementara itu Direktur Alokasi Anggaran Pembangunan Pusat dan Daerah Bappenas Nursyaf Rullihandia mengatakan asesmen administrasi itu bertujuan memverifikasi kesiapan daerah dari aspek lahan, aksesibilitas, kelembagaan, sosial.

Baca juga: DLH Mataram-PLN menyiapkan kerja sama jual RDF dari pengolahan sampah

"Dan lingkungan, termasuk kesiapan dokumen perencanaan," katanya.

Ia memaparkan sejumlah indikator dan parameter penilaian seperti kesiapan kelembagaan (kelembagaan pengelolaan sampah, baik berbentuk UPTD maupun BLUD), peraturan, perhitungan tarif retribusi sesuai ketentuan Permendagri, ketersedian akses jalan, hingga kepemilikan dokumen feasibility study (FS) maupun Detail Engineering Design (DED).

Berdasarkan jumlah penduduk, setiap harinya terdapat lebih dari 580 ton sampah yang dihasilkan. Dari jumlah tersebut hanya 101 ton yang diangkut ke TPA Ijobalit dan 74,5 persen belum terkelola secara resmi.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026