Moskow (ANTARA) - Hampir dua pertiga warga Jerman ragu pemerintah akan mampu melaksanakan reformasi yang dijanjikan tahun ini, menurut survei yang dilakukan lembaga INSA untuk surat kabar Bild. 

Sebelum Bundestag (DPR Jerman) memasuki masa reses pada Juli, pemerintah Jerman menyetujui paket reformasi yang akan mencakup sistem perpajakan, pensiun, perawatan kesehatan, pasar tenaga kerja, dan perekonomian.

Pada 10 Juli, Bundestag mengesahkan undang-undang yang bertujuan untuk memangkas pengeluaran perawatan kesehatan mulai 2027.

Namun, jajak pendapat itu menunjukkan bahwa 65 persen warga Jerman meyakini bahwa pemerintah federal tidak akan mampu menerapkan reformasi pada 2026.

Baca juga: Jerman tolak relokasi warga Palestina ke negara tetangga
Baca juga: 40 persen warga Jerman dukung Palestina jadi negara merdeka

Sementara itu, pada saat yang sama, seperempat dari responden berpikir bahwa hal itu mungkin dilakukan, sedangkan 10 persen responden lainnya tidak yakin.

Sekitar 64 persen responden menilai sistem pensiun sebagai sektor yang paling membutuhkan reformasi, disusul perekonomian (63 persen) dan layanan kesehatan (62 persen).

Survei tersebut dilakukan pada periode 30-31 Juli terhadap 1.002 orang. Margin kesalahan dari survei tidak dicantumkan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

 

 

 


 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026