"Kami juga akan mengembangkan pelatihan peningkatan keterampilan, program teaching factory, kelas industri, serta pembinaan kewirausahaan yang melibatkan siswa dan masyarakat sekitar,"

Lombok Tengah (ANTARA) - Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMKPP) Negeri Mataram memperkuat pendidikan vokasi dengan menggandeng Desa Wisata Bilebante, Kabupaten Lombok Tengah, sebagai mitra pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan menjadi laboratorium pertanian modern. 

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang disaksikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah, di Desa Wisata Bilebante, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (4/8).

Kepala SMKPP Negeri Mataram, Sugiarta, mengatakan sekolahnya bersama Desa Wisata Bilebante akan mengembangkan berbagai program yang mendukung peningkatan kompetensi siswa agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.

Ia menjelaskan, ruang lingkup kerja sama meliputi penyelarasan kurikulum berbasis industri, pelaksanaan praktik kerja lapangan selama enam bulan, program magang guru, menghadirkan guru tamu dari kalangan praktisi, hingga pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi bagi peserta didik.

"Kami juga akan mengembangkan pelatihan peningkatan keterampilan, program teaching factory, kelas industri, serta pembinaan kewirausahaan yang melibatkan siswa dan masyarakat sekitar," katanya.

Sugiarta menilai Desa Wisata Bilebante memiliki potensi besar untuk menjadi laboratorium pembelajaran karena berhasil mengembangkan konsep desa wisata berbasis pertanian hijau serta pengolahan hasil pertanian. Kondisi tersebut dinilai selaras dengan kompetensi yang dikembangkan SMK PP Negeri Mataram.

Menurut dia, sekolah ingin mencetak lulusan yang tidak hanya berorientasi pada pencarian pekerjaan, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha muda di bidang pertanian. 

"Dengan pengalaman belajar langsung di desa, siswa diharapkan memiliki kemampuan mengembangkan usaha berbasis potensi lokal setelah menyelesaikan Pendidikan," ujarnya.

Ia menambahkan, implementasi kerja sama tersebut sebenarnya telah berjalan sebelum penandatanganan MoU. Sejumlah siswa sudah menjalani praktik kerja lapangan di Desa Wisata Bilebante sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman di lapangan.

Ke depan, kawasan desa tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan pengembangan pembibitan, peternakan, perikanan, hingga pengolahan hasil pertanian yang melibatkan siswa, guru, dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah, mengatakan kolaborasi antara lembaga pendidikan dan desa wisata menjadi salah satu strategi penting dalam mempercepat regenerasi petani sekaligus menghadapi tantangan modernisasi sektor pertanian.

Menurut dia, transformasi pertanian membutuhkan SDM yang menguasai teknologi, memiliki pengalaman praktik, dan mampu menciptakan peluang usaha di sektor agribisnis. 

"Karena itu, pendidikan vokasi dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak generasi petani muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi," ucapnya.

Pemerintah Provinsi NTB, kata dia, terus mendorong sekolah vokasi untuk memperluas kemitraan dengan dunia usaha, perguruan tinggi, serta lembaga penelitian guna meningkatkan kualitas pendidikan pertanian.

Mirza mengungkapkan bahwa perkembangan sektor pertanian di NTB juga mulai menarik perhatian sejumlah perguruan tinggi dari luar daerah yang ingin menjalin kerja sama. Peluang tersebut diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi lulusan SMKPP Negeri Mataram untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

"Pengalaman praktik yang diperoleh siswa akan menjadi modal penting untuk membangun usaha sendiri setelah lulus. Lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru melalui pengembangan usaha agribisnis," katanya.

Baca juga: Bank Indonesia membangun ekosistem desa wisata lewat integrasi kopi, madu, pokdarwis
Baca juga: Dua desa di Lombok Barat kini jadi pilihan kunjungan wisatawan asing
Baca juga: Dispar NTB mengajak wisatawan kunjungi desa penyangga KEK Mandalika

 



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026