Kota Mataram (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menegaskan komitmennya memperkuat talenta digital melalui Seminar Nasional Teknologi Informasi (SENASTIF) 2026 yang digelar Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi (STI) Fakultas Teknik sebagai upaya mendukung percepatan transformasi digital nasional.

Rektor UMMAT Dr. H. Abdul Wahab, MA, di Mataram, Selasa, mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga mampu mengembangkan dan mengelolanya secara bertanggung jawab.

"Inovasi digital dan kecerdasan buatan berkembang sangat cepat. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu melahirkan talenta yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.

Menurut dia, seminar yang berlangsung di Hotel Lombok Garden, Mataram, pada Senin (3/8), menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, pemerintah, dan dunia industri dalam membahas perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan.

Seminar bertema "Inovasi Digital dan Kecerdasan Buatan untuk Mempercepat Transformasi Digital Nasional" itu diharapkan mampu mendorong lahirnya riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah dan nasional.

Ketua Panitia SENASTIF 2026 Ir. Idham, S.Kom, M.Kom, mengatakan seminar nasional perdana tersebut menjadi langkah awal membangun forum ilmiah yang berkelanjutan untuk memperkuat kolaborasi riset dan inovasi di bidang teknologi informasi.

Ia mengatakan kegiatan diikuti 60 peserta yang terdiri atas 18 pemakalah luring, 17 pemakalah daring, dan 25 peserta nonpresenter.

"Kami berharap SENASTIF menjadi langkah awal untuk terus tumbuh dan berkembang sebagai forum ilmiah yang menghasilkan penelitian dan inovasi berkualitas," ujarnya.

Baca juga: UMMAT dorong transformasi kemahasiswaan lewat Rakornas FOSMA 2026

Ia mengatakan tema seminar dipilih karena sejalan dengan kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor serta menjadi wadah memperluas jejaring akademik dan meningkatkan kualitas penelitian.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat H. Ahsanul Khalik, menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Baca juga: Mahasiswa Fakultas Hukum UMMAT raih Juara Umum Jogja Essay Competition 2026

"Kita sedang memasuki era perkembangan teknologi secara eksponensial. Karena itu, kita tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus mampu memahami, mengelola, dan menciptakan teknologi yang memberikan manfaat," katanya.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi dalam bidang kecerdasan buatan, teknologi informasi, dan computer vision yakni Prof. Ir. Teddy Mantoro, M.Sc, Ph.D, SMIEEE, Prof. Dr. Eng. Ir. I Gede Pasek Suta Wijaya, ST, MT, dan Prof. Ir. Media Anugerah Ayu, M.Sc, Ph.D, SMIEEE. 

Ketiga pemateri membahas berbagai topik, antara lain kecerdasan buatan, data science, big data analytics, software engineering, Internet of Things, transformasi digital, dan keamanan siber.

Melalui penyelenggaraan SENASTIF perdana, UMMAT berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, peneliti, dan praktisi semakin kuat untuk menghasilkan inovasi teknologi yang aplikatif serta mempercepat penguatan ekosistem talenta digital di Indonesia.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026