Sumbawa Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperluas akses kesempatan kerja bagi warga atau generasi muda melalui pelaksanaan sosialisasi program peningkatan resiliensi dan mutu pekerja migran Indonesia ke Jepang (Prima).
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbawa Barat Slamet Riadi di Sumbawa Barat, Selasa mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah daerah dengan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara di bawah naungan Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perpukadesi).
"Sosialisasi ini bertujuan memberikan informasi yang komprehensif mengenai peluang kerja di Jepang sekaligus memperkenalkan program tersebut yang mendampingi calon pekerja migran mulai dari tahap pra-penempatan, masa bekerja di Jepang, hingga purna penempatan," katanya.
Ia mengatakan program ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan para mitra dalam menyiapkan tenaga kerja yang berkualitas serta memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri di Jepang.
Ia menyampaikan bahwa dari 238 orang yang mendaftar, sebanyak 179 peserta mengikuti sosialisasi bersama orang tua maupun wali masing-masing. Peserta terdiri atas 146 laki-laki dan 36 perempuan.
"Dari jumlah tersebut nantinya akan diseleksi menjadi 50 peserta terbaik yang akan mengikuti pembinaan selama satu bulan melalui sistem pembelajaran daring," katanya.
Sementara itu, Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmasnyah mengatakan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat melalui berbagai program strategis.
"Program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa memiliki tiga klaster pembangunan, salah satunya adalah klaster industrialisasi ketenagakerjaan yang menjadi fokus dalam menyiapkan tenaga kerja berkualitas," katanya.
Ia mengatakan pemerintah daerah ingin menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, siap kerja, dan memiliki kompetensi internasional sehingga mampu bersaing di pasar kerja global.
Baca juga: Pemprov NTB subsidi bunga pinjaman peserta magang kerja ke luar negeri
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mengalokasikan pembiayaan pelatihan bagi 50 peserta yang sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah daerah.
"Sementara biaya penempatan pekerja migran akan difasilitasi melalui skema pembiayaan yang diatur oleh pemerintah daerah," katanya.
Baca juga: Jepang berharap penguatan hubungan dengan Indonesia melalui relasi antarwarga
Sementara itu, perwakilan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara Lili Farida menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Sumbawa Barat yang membuka kesempatan luas bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman bekerja di luar negeri.
"Proses seleksi akan menitikberatkan pada tingkat keseriusan, kedisiplinan, dan komitmen peserta. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026