Dompu, NTB (ANTARA) - Realisasi investasi di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada semester I 2026 mencapai hampir Rp1,9 triliun atau sekitar 90 persen dari target tahunan sebesar Rp2,06 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Dompu Farid Anshari mengatakan capaian tersebut mengacu pada data Online Single Submission (OSS) yang mencatat seluruh realisasi investasi, baik penanaman modal dalam negeri maupun penanaman modal asing.
"Berdasarkan data OSS, hingga Juni 2026 realisasi investasi sudah hampir Rp1,9 triliun dari target Rp2,06 triliun atau sekitar 90 persen," ujarnya kepada ANTARA di Dompu, Selasa.
Farid mengaku sempat pesimistis terhadap pencapaian target investasi tahun ini. Kekhawatiran tersebut muncul karena kondisi keamanan daerah yang sempat terganggu akibat aksi penutupan jalan, yang dinilai berpotensi mempengaruhi kepercayaan investor.
Pada awal tahun atau di triwulan I, realisasi investasi baru mencapai sekitar Rp368 miliar atau masih jauh dari target tahunan. Namun, memasuki triwulan II, nilai investasi meningkat tajam hingga Rp1,9 triliun.
"Sempat khawatir karena faktor keamanan biasanya menjadi salah satu pertimbangan utama investor. Alhamdulillah, pada triwulan II realisasi investasi meningkat signifikan," kata Farid.
Menurutnya, peningkatan investasi turut didorong oleh masuknya proyek-proyek berskala besar yang merupakan intervensi pemerintah pusat melalui Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga memberikan kontribusi besar terhadap nilai investasi daerah.
Baca juga: Iklim investasi Dompu membaik, realisasi semester I sentuh angka Rp.1,9 triliun
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Dompu juga aktif mempromosikan potensi investasi melalui kegiatan yang difasilitasi Bank Indonesia, salah satunya Sasambo Investment Challenge, yang mempertemukan potensi unggulan daerah dengan calon investor.
Dalam ajang tersebut, Dompu mengusulkan dua proyek investasi, yakni sektor peternakan dan perikanan. Sementara usulan sektor pariwisata belum dapat dilanjutkan karena masih terkendala aspek regulasi.
"Kami mengikuti fasilitasi investasi dari Bank Indonesia (BI) dengan mengusulkan sektor peternakan dan perikanan. Harapannya, potensi daerah ini dapat menarik minat investor," ucapnya.
Farid menilai minat investor terhadap Kabupaten Dompu terus meningkat. Berdasarkan informasi yang diterima DPMPTSP, sejumlah investor dari dalam maupun luar daerah, termasuk luar negeri, mulai menjajaki peluang investasi pada berbagai sektor unggulan.
Baca juga: DPMPTSP Kota Mataram meraih penghargaan kategori kinerja pelayanan investasi
Meski demikian, ia mengatakan pihaknya masih akan mengevaluasi perkembangan realisasi investasi hingga akhir tahun untuk memastikan tren positif tersebut dapat dipertahankan sekaligus mencapai bahkan melampaui target investasi 2026.
"Peluang investasi di Dompu cukup besar. Yang terpenting adalah menjaga iklim usaha tetap kondusif serta memastikan kemudahan layanan perizinan agar kepercayaan investor terus meningkat," kata Farid.
Pewarta : Nur Imansyah, Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026