Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebut musim panen padi membantu mengurangi pengangguran yang tercermin dari laju penurunan tingkat pengangguran terbuka pada Mei 2026.
Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan tingkat pengangguran terbuka pada Mei 2026 sebesar 2,98 persen atau turun 0,01 persen dibandingkan Februari 2026.
"Tingkat penggangguan ada penurunan, tetapi kecil sekali hanya 0,01 persen dari 96,66 ribu orang menjadi 96,57 ribu orang," ujar dia di Mataram, Rabu.
Wahyudin menuturkan peningkatan tenaga kerja di sektor pertanian salah satunya dipengaruhi oleh bertambahnya luas panen padi hingga dua kali lipat dari 13.748 hektare pada Februari 2026 menjadi 30.248 hektare pada Mei 2026.
Peningkatan luas panen di wilayah Nusa Tenggara Barat tersebut turut sejalan dengan kenaikan produksi gabah kering giling dari 74.984 ton pada Februari 2026 menjadi 158.559 ton pada Mei 2026.
"Sektor yang paling banyak andil terhadap PDRB adalah pertanian, maka artinya masyarakat NTB paling banyak bekerja pada sektor pertanian," kata Wahyudin.
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026, jumlah penduduk yang bekerja di Nusa Tenggara Barat mencapai 3,14 juta orang atau meningkat 5,65 ribu orang dibandingkan Februari 2026.
Baca juga: BPS NTB kejar 17 persen pendataan Sensus Ekonomi sebelum 17 Agustus
Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menjadi lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar yang mencapai 1,07 juta orang atau 33,95 persen dari total penduduk bekerja.
Lapangan usaha pertanian—terutama saat panen padi—sejauh ini masih menjadi salah satu penopang penting dalam penyerapan tenaga kerja sekaligus membantu menekan tingkat pengangguran di Nusa Tenggara Barat.
Baca juga: Alhamdulillah! Penduduk miskin NTB berkurang 8.680 orang pada Maret 2026
Wahyudin menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan persiapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) turut memberikan dampak ekonomi terhadap berbagai lapangan usaha.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026