Mataram (ANTARA) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), membekali 26 kader sekolah dan posyandu untuk memperkuat edukasi dan penerapan keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Barat.

"Mereka menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi dan menggerakkan masyarakat untuk membudayakan keamanan pangan di lingkungan sekolah maupun posyandu," kata Kepala BBPOM Mataram Yogi Abaso di Mataram, Kamis.

Yogi mengatakan 26 kader telah mengikuti pelatihan tentang pembudayaan keamanan pangan. Mereka terdiri dari 18 kader dari sembilan sekolah dan delapan kader posyandu dari empat desa di Kabupaten Lombok Barat.

Para kader tersebut dipersiapkan untuk memberikan edukasi keamanan pangan kepada 2.280 sasaran, yang terdiri atas 1.800 siswa serta 480 ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu balita, melalui kegiatan di sekolah dan posyandu.

BBPOM Mataram membekali 26 kader mengenai pedoman Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) sekolah, pedoman KIE posyandu, lima langkah PASTI keamanan pangan, serta informasi dan edukasi yang disertai praktik penggunaan aplikasi BPOM Mobile.

Baca juga: BBPOM Kota Mataram menyiapkan "rapid test" untuk lomba menu MBG di Lombok

"Mereka dipersiapkan sebagai agen edukasi keamanan pangan dengan total target 2.280 sasaran," ujar Yogi.

Keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan gizi, tetapi juga penerapan praktik keamanan pangan pada setiap tahapan penyelenggaraan mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, penyajian, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Baca juga: BBPOM Mataram menjemput bola percepat registrasi pangan olahan

Yogi berharap budaya keamanan pangan dapat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan agar makan bergizi gratis dapat memberikan manfaat optimal bagi kesehatan dan tumbuh kembang generasi penerus bangsa.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026