"Kami optimistis cakupan kunjungan sasaran sensus ekonomi bisa capai target 100 persen sampai 31 Agustus 2026,"

Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan, optimistis terhadap realisasi kunjungan sasaran sensus ekonomi di Kota Mataram hingga batas akhir pada 31 Agustus 2026, bisa mencapai target 100 persen.

"Kami optimistis cakupan kunjungan sasaran sensus ekonomi bisa capai target 100 persen sampai 31 Agustus 2026," kata Kepala Badan Pusat Statistik Kota Mataram Mohammad Reza Nugraha Kusumowinoto di Mataram, Kamis.

Reza yang ditemui usai menghadiri "high level meeting" Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram mengatakan, optimisme itu didasarkan dengan hasil evaluasi cakupan kunjungan sasaran sensus ekonomi di Kota Mataram yang  hingga hari ini tercacat sudah mencapai sekitar 85 persen sejak kegiatan dimulai pada 15 Juni 2026.

Dengan target keluarga di Kota Mataram yang harus di sensus sebanyak 140.000 kepala keluarga (KK), dan 60.000 usaha.

"Alhamdulillah, kondisi di lapangan realisasinya sudah mencapai 85 persen. Sisanya sekitar 15 persen akan kami tuntaskan sampai batas waktu maksimal," katanya.

Terkait dengan itu, pihaknya berharap partisipasi masyarakat menyukseskan program sensus ekonomi 2026, dengan menerima 303 petugas sensus dan memberikan jawaban sebenarnya.
 
Partisipasi masyarakat, sangat menentukan kesuksesan dan validasi ekonomi masyarakat di Kota Mataram, serta untuk menyediakan data dasar terpercaya mengenai seluruh aktivitas usaha dan struktur perekonomian masyarakat di luar sektor pertanian guna menjadi landasan perencanaan, evaluasi kebijakan pembangunan nasional maupun regional, serta memetakan peta daya saing hingga adopsi ekonomi digital.

"Karena itulah, program tersebut juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak seperti kepala daerah, dan aparat dari TNI/Polri," katanya.

Sementara menyinggung tentang kendala di lapangan, Reza menyebutkan, sejauh ini belum ada kendala yang utama, hanya saja petugas sering tidak bertemu dengan sasaran sensus terutama warga yang tinggal di kompleks perumahan.

Akan tetapi, petugas dipastikan akan kembali datang sampai bisa bertemu dan sasaran memberikan data. "Petugas kami juga aktif berkoordinasi dengan camat, lurah, kepala lingkungan, bahkan hingga RT," katanya.

Dengan demikian, pihaknya memastikan peluang manipulasi data oleh petugas terhadap warga yang tidak ada di rumah sangat kecil.  

"Kami juga melakukan pengawasan berjenjang di lapangan untuk memastikan data yang diberikan petugas riil. Kalau ada indikasi petugas manipulasi data, silakan lapor dan kami siap tindaklanjuti," katanya.
 



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026