Lombok Utara (ANTARA) - Yamaha Marine memperkenalkan mesin tempel terbaru Yamaha F300F di Pelabuhan Bangsal, Kabupaten Lombok Utara, sebagai upaya mendukung pertumbuhan industri wisata bahari di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Peluncuran tersebut sekaligus menjadi strategi perusahaan menghadirkan teknologi transportasi laut yang lebih modern, efisien, dan ramah bagi pelaku usaha wisata maupun instansi yang membutuhkan mobilitas kapal berkecepatan tinggi.
Yamaha Marine menggelar pameran dan uji coba mesin tempel selama tiga hari hingga Sabtu (8/8) di Pelabuhan Bangsal. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi salah satu jalur utama penyeberangan wisatawan menuju Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air yang setiap hari melayani ribuan penumpang.
Sales Manager PT Karya Bahari Abadi selaku distributor Yamaha Marine Outboard Motor and Water Vehicle, Samuel Waluyo, mengatakan Yamaha F300F dirancang untuk menjawab kebutuhan transportasi laut yang terus berkembang, terutama di kawasan wisata bahari NTB.
Menurut dia, perkembangan sektor pariwisata di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa menciptakan kebutuhan terhadap mesin tempel dengan teknologi yang lebih canggih, mudah dioperasikan, sekaligus mampu meningkatkan efisiensi operasional kapal.
Samuel menilai NTB memiliki potensi wisata bahari yang terus tumbuh. Selain kawasan tiga gili di Lombok Utara, sejumlah destinasi di Pulau Sumbawa, termasuk Pulau Moyo, juga mulai ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ia mengaku telah melihat langsung peningkatan aktivitas wisata laut di wilayah tersebut. Wisatawan kini semakin banyak memanfaatkan kapal cepat untuk menjangkau pulau-pulau wisata sehingga kebutuhan terhadap mesin tempel berteknologi tinggi ikut meningkat.
"Hari ini saja kapal-kapalnya habis, penuh semua. Jadi memang potensi pariwisata di NTB ini masih sangat besar," kata Samuel.
Menurut dia, meningkatnya mobilitas wisatawan turut mendorong peralihan penggunaan mesin konvensional menuju mesin tempel yang memiliki performa lebih baik.
Samuel menjelaskan penggunaan mesin tempel mampu memangkas waktu perjalanan dibandingkan mesin tradisional sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan industri pariwisata yang mengutamakan kecepatan dan kenyamanan.
"Kalau ketinting kan lama untuk menyeberang. Akhirnya banyak yang beralih alat transportasi dengan mesin tempel," ujarnya.
Yamaha F300F membawa sejumlah pembaruan teknologi yang diklaim mampu meningkatkan kenyamanan dan keselamatan saat mengoperasikan kapal.
Salah satu fitur unggulan yang diperkenalkan adalah Digital Electric Steering (DES). Teknologi tersebut menggantikan sistem kemudi hidrolik konvensional sehingga pengoperasian kemudi menjadi lebih ringan karena tidak lagi bergantung pada oli hidrolik maupun power assist.
Samuel mengatakan sistem electric steering memberikan respons kemudi yang lebih presisi sekaligus mengurangi beban pengemudi saat bermanuver.
"Kalau dulu mesin-mesin yang ada di NTB masih menggunakan sistem hidrolik untuk steering. Sekarang sudah menggunakan electric steering," katanya.
Selain itu, Yamaha F300F juga dilengkapi fitur autopilot dan joystick. Kedua teknologi tersebut membantu nahkoda saat melakukan manuver di area pelabuhan, terutama ketika kapal hendak bersandar di dermaga.
Dengan joystick, pengemudi dapat mengarahkan kapal ke berbagai posisi tanpa harus berulang kali memajukan maupun memundurkan kapal. Sementara fitur autopilot memungkinkan kapal menuju titik tujuan yang telah ditentukan sehingga operator dapat lebih fokus memantau kondisi di sekitar.
Samuel menambahkan teknologi tersebut juga berpotensi dimanfaatkan oleh instansi seperti TNI, Polri maupun Basarnas dalam mendukung kegiatan patroli laut karena mampu meningkatkan efisiensi pengoperasian kapal.
Baca juga: Dispar NTB mengajak wisatawan kunjungi desa penyangga KEK Mandalika
Selain memperkenalkan teknologi baru, Yamaha Marine juga memperkuat layanan purnajual di NTB melalui kerja sama dengan PT Selecta Jaya Marine sebagai dealer resmi Yamaha Marine 3S yang menyediakan layanan penjualan, servis, dan suku cadang.
Samuel menegaskan keberadaan jaringan layanan tersebut menjadi bagian penting untuk memberikan kepastian kepada konsumen setelah melakukan pembelian mesin.
"Jadi, tidak sekadar jual mesin. Harus menyediakan layanan servisnya dan ketersediaan spare part," katanya.
Ia berharap pengembangan fasilitas bengkel yang lebih dekat dengan kawasan Bangsal dan Teluk Nare semakin memudahkan pelaku usaha wisata memperoleh layanan perawatan mesin secara cepat.
Baca juga: NTB siap memasok listrik berbasis EBT untuk wisata Bali
Sementara itu, Direktur CV Selecta Jaya Marine, Muhammad Rizky, mengatakan sektor pariwisata masih menjadi pasar terbesar penjualan mesin tempel Yamaha Marine di NTB.
Menurut dia, mayoritas mesin digunakan untuk mendukung kapal transportasi wisata menuju tiga gili, operasional diving resort, serta sebagian dimanfaatkan instansi pemerintah dan nelayan.
Rizky mengungkapkan populasi mesin tempel Yamaha yang telah terjual di NTB selama sekitar lima tahun terakhir mendekati 2.000 unit. Angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan pelaku usaha terhadap mesin tempel berkualitas di daerah yang mengandalkan sektor kelautan dan pariwisata.
"Potensinya memang sekarang didominasi pariwisata. Paling banyak untuk transportasi wisata, kemudian diving resort," katanya.
Selama pameran berlangsung di Pelabuhan Bangsal, Yamaha Marine juga menawarkan berbagai program promosi berupa harga khusus dan cashback untuk pembelian mesin tertentu.
Program tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pelaku industri wisata bahari maupun konsumen di NTB yang ingin meningkatkan performa armada kapal dengan teknologi terbaru.
Pewarta : Awaludin
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026