"Keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional bandar udara,"
Lombok Tengah (ANTARA) - PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan Airport Emergency Modular Exercise sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat di bandar udara.
General Manager Bandara Internasional Lombok Aidhil Philip Julian di Lombok Tengah, Sabtu menyampaikan bahwa latihan ini merupakan upaya perusahaan untuk memastikan seluruh personel dan instansi pendukung memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan tugas saat terjadi keadaan darurat.
"Keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional bandar udara," katanya.
Ia mengatakan melalui airport emergency modular exercise ini ingin memastikan seluruh personel dan stakeholder terkait memiliki kesiapan, koordinasi, serta kemampuan merespons keadaan darurat secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur.
"Penanganan keadaan darurat hanya dapat berjalan efektif apabila seluruh unsur bekerja sebagai satu tim,"katanya.
Pada latihan kali ini disimulasikan pesawat Sekotong Air dengan nomor penerbangan SKT-218 rute Manado–Lombok dengan tipe Boeing 737-800 yang mengalami gangguan sistem hidrolik saat pendekatan menuju Bandara Lombok
Kondisi tersebut menyebabkan Air Traffic Control (ATC) menetapkan status Full Emergency (Siaga II) yang kemudian berkembang menjadi Aircraft Accident (Siaga III) setelah pesawat mengalami runway excursion saat pendaratan.
"Latihan difokuskan pada tiga modul utama yaitu Raising the Alarm, Rendezvous Point (RVP) dan Medical Services untuk menguji efektivitas komunikasi, koordinasi, mobilisasi sumber daya, serta penanganan korban sesuai Airport Emergency Plan (AEP)," katanya.
Melalui kegiatan ini, pihaknya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya keselamatan, meningkatkan kompetensi personel, serta mempererat sinergi antar stakeholder guna memberikan pelayanan bandar udara yang aman, selamat, dan andal bagi seluruh pengguna jasa.
"Dengan kesiapsiagaan, penanganan keadaan darurat di bandar udara dapat dilaksanakan secara efektif sehingga mampu meminimalkan risiko serta memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh pengguna jasa bandar udara," katanya.
Baca juga: BNNP NTB ungkap penyelundupan sabu satu kilogram dari Malaysia
Baca juga: Bandara Lombok mengedukasi keselamatan penerbangan sejak dini
Baca juga: Bandara Lombok layani 242 ribu penumpang selama libur sekolah
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026