"Sisanya ada sekitar 22 SPPG yang masih belum beroperasi, disebabkan oleh beberapa faktor mulai dari belum dicairkan anggaran dari BGN hingga adanya SPPG yang masih di Suspend atau penghentian sementara,"
Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat dari 192 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga saat ini yang masih beroperasi sebanyak 170 dapur yang tersebar di 12 kecamatan di daerah setempat.
"Sisanya ada sekitar 22 SPPG yang masih belum beroperasi, disebabkan oleh beberapa faktor mulai dari belum dicairkan anggaran dari BGN hingga adanya SPPG yang masih di Suspend atau penghentian sementara," kata Asisten I Setda Lombok Tengah Lalu Rinjani di Lombok Tengah, Sabtu.
Ia mengatakan dari 22 SPPG tersebut lima di antaranya karena dihentikan sementara akibat beberapa persoalan.
Lima SPPG ini diantaranya, SPPG Pujut Kawo, SPPG Kopang Rembige II, SPPG Praya, Leneng 6, SPPG Praya, Jontlak II dan SPPG Puyung.
“Dari 22 SPPG yang saat ini tidak beroperasi itu memang selain 5 SPPG dihentikan sementara. Sisanya memang karena anggaran SPPG belum dicairkan oleh badan gizi nasional (BGN) mengingat baru, selain dari lima itu sebenarnya sudah siap beroperasi,” katanya.
Pihaknya memastikan tidak ada SPPG yang diberhentikan secara permanen di Lombok Tengah, artinya jika dapur-dapur yang disuspend saat ini bisa memenuhi berbagai syarat maka secara otomatis mereka akan bisa beroperasi.
"Saat ini BGN juga sangat ketat dalam menjalankan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto itu. Selama ini SPPG kena suspend karena permasalahan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) yang paling banyak, karena kalau memang ada protes dari warga sangat cepat ditindaklanjuti," katanya.
"Misalnya ada keluhan bau limbah saja, maka cepat di proses karena memang harus ada pengelolaan limbah itu,”terangnya.
Pemerintah daerah melalui tim yang ada juga saat ini terus memantau kondisi penyaluran MBG yang ada di masing-masing tempat. Hal ini dilakukan untuk memastikan agar program tersebut bisa berjalan dengan maksimal.
"Tidak ada SPPG yang diberhentikan permanen, kalaupun ada yang tidak beroperasi karena memang adanya beberapa faktor itu tadi dan bisa beroperasi kembali setelah sesuai ketentuan," katanya.
Baca juga: Puluhan SPPG di Lombok Tengah di-suspend agar jaga kualitas MBG
Baca juga: BGN sidak dapur MBG di Lombok Tengah, banyak fasilitas tak sesuai standar
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026