Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara memastikan harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram saat ini masih relatif stabil menjelang perayaan hari keagamaan umat Islam berupa Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida mengatakan pergerakan harga yang terjadi di pasaran masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah.
"Pantauan kami di sejumlah pasar tradisional, harga kebutuhan pokok di Mataram saat ini masih fluktuatif tetapi stabil. Kalaupun terjadi kenaikan, harganya masih di bawah HAP," ujar Sri di Mataram, Sabtu.
Menurutnya, beberapa kebutuhan pokok yang mengalami pergerakan harga antara lain, daging ayam yang selama ini sempat menjadi sorotan. Harga daging ayam di tingkat distributor saat ini tercatat Rp35.000 per kilogram.
Setelah memperhitungkan biaya operasional pedagang, harga jual di pasar tradisional diperkirakan mencapai Rp40.000 per kilogram.
Kemudian cabai rawit kini mengalami penurunan setelah sempat bertahan di kisaran Rp50.000 per kilogram selama dua pekan terakhir. Tapi saat ini, harga cabai mulai turun ke angka Rp48.000 per kilogram.
Begitu juga dengan harga bawang putih terpantau stabil di angka Rp38.000 per kilogram, sedangkan bawang merah berkisar antara Rp27.000 hingga Rp28.000 per kilogram.
"Kondisi harga stabil tersebut, dipicu karena pasokan barang di pasar induk, seperti Pasar Mandalika, dalam kondisi mencukupi," kata Sri.
Selain itu, tambahnya, daya beli masyarakat saat ini terpantau masih landai dan stabil, serta tidak ada indikasi perilaku aksi borong atau panic buying menjelang hari besar keagamaan Maulid Nabi.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga selama bulan Maulid, Dinas Perdagangan telah menjadwalkan kegiatan pasar rakyat atau dikenal dengan pasar murah sebagai langkah antisipasi pergerakan harga menjelang peringatan Maulid Nabi.
Kegiatan pasar rakyat akan digelar selama enam hari di enam kecamatan se-Kota Mataram yakni mulai 11-13 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan pada 18-20 Agustus 2026.
Dalam kegiatan pasar rakyat, Disdag akan melibatkan sekitar 40 distributor kebutuhan pokok termasuk dari ritel modern, Bulog, dan Bank Indonesia yang akan menurunkan petani binaannya.
"Harapan kami, kegiatan pasar rakyat dapat menjaga keterjangkauan harga di tengah masyarakat dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga murah," pungkas Sri.
Baca juga: Pemerintah Mataram jamin ketersediaan stok daging sapi selama Maulid Nabi
Baca juga: Tradisi Maulid Nabi di NTB sumbang inflasi bulanan 0,22 persen
Baca juga: Maulid Nabi dan etika dalam menyampaikan aspirasi
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026