Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat jumlah sasaran Program Keluarga Harapan (PKH) saat ini mencapai 44 ribu jiwa yang tersebar di 154 desa dan kelurahan.
"Penerima program tersebut di Lombok Tengah saat ini mencapai 44 ribu jiwa," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah Masnun di Lombok Tengah, Selasa.
Ia mengatakan jumlah penerima PKH ini mengalami penurunan bisa dibandingkan dengan jumlah penerima di 2025 yang mencapai 50 ribu jiwa.
Baca juga: Anak meraih prestasi akademik, ibu dapat modal usaha
"Warga yang mendapat program PKH ini memang mengalami penurunan," katanya.
Selain penerima Program Keluarga Harapan yang menurun, kata dia, jumlah penerima bantuan sosial Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Lombok Tengah juga mengalami penurunan pada tahun 2025, yakni dari 129.000 penerima kini menjadi 93.196 penerima.
"Masyarakat yang tidak lagi menerima bansos ini disebabkan karena berbagai faktor," katanya.
Baca juga: Pemerintah menargetkan 300 ribu KPM graduasi dari PKH tahun depan
Ia mengatakan penyaluran bansos ini dilakukan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang merupakan gabungan data Registrasi Sosial Ekonomi dan data dari Badan Pangan Nasional.
"Data itu digabung setelah dilakukan verifikasi, sehingga muncul data penerima bantuan itu sesuai ketentuan," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026