Mataram (ANTARA) - Poltekkes Kemenkes Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Program Kader Sahabat ASI sebagai Motivator Menyusui" dilaksanakan di Desa Krama Jaya, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, pada 8–10 Agustus 2026.
Ketua Pengabdi Dr Sudarmi di Mataram, Selasa (11/8/2026) mengatakan, kegiatan selama tiga hari itu dikemas dalam bentuk Workshop Kader Sahabat ASI sebagai Motivator Menyusui berbasis Learning Management System (LMS) yang difasilitasi oleh UPK SDMK Mataram.
"Alhamdulillah, kegiatan mendapat dukungan Pemerintah Desa Krama Jaya dan Puskesmas Narmada sebagai bagian dari kolaborasi dalam meningkatkan kapasitas kader untuk mendukung keberhasilan menyusui di masyarakat," katanya.
Melalui program ini, katanya, kader tidak hanya dibekali pengetahuan mengenai ASI, tetapi juga keterampilan praktis agar mampu menjadi sahabat, pendamping, dan motivator bagi ibu menyusui.
Kader dilatih untuk memberikan edukasi dasar, mendengarkan keluhan ibu, mengenali permasalahan menyusui, memberikan motivasi, membantu mencari solusi, serta mengetahui kondisi yang membutuhkan konsultasi atau rujukan kepada tenaga kesehatan.
Baca juga: Dinkes Mataram meminta masyarakat tak terpengaruh hoaks dan tolak vaksinasi HPV
Pada hari pertama, Sabtu, 8 Agustus 2026, kegiatan diawali dengan acara pembukaan oleh tim pengabdian kepada masyarakat Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mataram bersama Pemerintah Desa Krama Jaya, Puskesmas Narmada, UPK SDMK Mataram, serta kader peserta.
Dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima paket kita workshop oleh tim pengabdi kepada Pemerintah Desa Krama Jaya. Peserta selanjutnya mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mengenai ASI dan peran kader.
"Workshop kami lanjutkan dengan penguatan langsung oleh saya sendiri (Dr Sudarmi) selaku Ketua Pengabdi, mengenai peran dan kompetensi Kader Sahabat ASI sebagai Motivator Menyusui," katanya.
Baca juga: Dinkes Mataram siap mendukung pengembangan aplikasi SATUSEHAT
Kader diajak memahami bahwa keberhasilan menyusui tidak hanya ditentukan oleh ibu, tetapi juga dipengaruhi dukungan keluarga, lingkungan, kader, tenaga kesehatan, dan berbagai pihak di sekitar ibu.
Pemanfaatan LMS turut mendukung pembelajaran yang lebih terstruktur dan memungkinkan kader mengakses kembali materi yang telah diberikan.
Pada hari kedua, Minggu, 9 Agustus 2026, kader mendapatkan materi mengenai dukungan menyusui sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan bayi.
Materi Waktu Emas Menyusui disampaikan oleh Rita Sosilo selaku Penanggung Jawab Cluster 2 Puskesmas Narmada.
Kader diberikan pemahaman mengenai waktu-waktu penting ketika ibu memerlukan dukungan, informasi, dan motivasi agar proses menyusui dapat dimulai dan dipertahankan dengan baik.
Selanjutnya, Iin Rumintang menyampaikan materi mengenai persiapan menyusui sejak masa kehamilan, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), kolostrum, ukuran lambung bayi baru lahir, serta posisi dan perlekatan menyusui yang benar.
Pembelajaran diperkuat dengan penggunaan media boneka dan kaos mockup payudara sehingga kader lebih mudah memahami sekaligus mempraktikkan cara menjelaskan proses menyusui kepada ibu dan keluarga.
Selain itu, kata Dr Sudarmi, dirinya juga memberikan materi komunikasi efektif dan konseling dasar menyusui. Dalam sesi ini, kader dilatih menjadi pendengar yang baik, menggali kebutuhan ibu, memberikan respons dengan empati, serta menyampaikan informasi tanpa menghakimi.
Kader diarahkan agar tidak sekadar memberi instruksi, tetapi mampu membantu ibu menemukan solusi serta meningkatkan rasa percaya diri dalam menyusui.
Puncak kegiatan pada Senin, 10 Agustus 2026, difokuskan pada penguatan keterampilan kader menghadapi berbagai masalah menyusui.
Materi mengenai solusi masalah-masalah menyusui disampaikan oleh Ni Putu Dian Ayu Anggraeni. Kader diperkenalkan pada berbagai situasi yang mungkin ditemukan di masyarakat beserta langkah dukungan yang dapat diberikan sesuai kewenangan dan kapasitas kader sebagai motivator menyusui.
Pembelajaran dilanjutkan melalui role play sebagai Motivator ASI. Peserta bergantian berperan sebagai kader dan ibu yang mengalami permasalahan menyusui.
Melalui simulasi tersebut, katanya, kader berlatih menyapa ibu, membangun komunikasi, mendengarkan keluhan, menggali masalah, memberikan edukasi, menawarkan solusi, memotivasi, serta menentukan kapan ibu atau bayi perlu dirujuk kepada tenaga kesehatan.
Keterampilan praktis kader semakin diperkuat melalui demonstrasi dan praktik cara memerah serta menyimpan ASI dengan tepat yang diberikan oleh St Halimatusyaadiah.
Peserta mendapatkan kesempatan mempraktikkan secara langsung tahapan yang telah diperagakan agar mampu memberikan edukasi yang benar kepada ibu menyusui.
Kegiatan kemudian ditutup dengan post-test, evaluasi, dan refleksi untuk menilai peningkatan pengetahuan serta kesiapan kader dalam menjalankan perannya sebagai Kader Sahabat ASI.
Kepala Desa Krama Jaya, Bapak Abdurrahman, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Poltekkes Kemenkes Mataram, Puskesmas Narmada, UPK SDMK Mataram, para narasumber, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas kader.
"Program seperti ini sangat bermanfaat karena kader memperoleh ilmu dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan untuk membantu masyarakat, khususnya ibu hamil dan ibu menyusui. Kami berharap kegiatan pengabdian seperti ini dapat terus berlanjut sesuai kebutuhan masyarakat Desa Krama Jaya," ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Nurhayati selaku Ketua Kader Desa Krama Jaya. Ia menilai workshop ini sangat dibutuhkan karena kader berhadapan langsung dengan ibu dan keluarga di masyarakat.
"Kami sangat berterima kasih karena workshop Motivator ASI seperti inilah yang sangat kami butuhkan. Kami tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga dapat berlatih langsung sehingga lebih percaya diri mendampingi ibu menyusui. Harapan kami, peningkatan kompetensi kader lainnya juga dapat terus dilaksanakan di desa kami sesuai kebutuhan masyarakat," tutur Nurhayati.
Berakhirnya workshop bukan menjadi akhir program. Kader selanjutnya akan melakukan pendampingan kepada ibu hamil trimester III, ibu nifas 1–3 hari pascapersalinan, ibu menyusui dengan bayi usia 1–2 minggu, serta ibu menyusui ketika bayi memasuki usia 3–4 bulan melalui kunjungan rumah, kelas ibu hamil, konseling, dan monitoring.
Program ini diharapkan membentuk Kader Sahabat ASI yang terlatih, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, memperkuat kelompok pendamping ibu menyusui, serta mendorong keberlanjutan dukungan menyusui berbasis masyarakat.
Melalui sinergi Poltekkes Kemenkes Mataram, Puskesmas Narmada, UPK SDMK Mataram, Pemerintah Desa Krama Jaya, kader, dan masyarakat, dukungan terhadap ibu menyusui diharapkan semakin dekat, ramah, tepat, dan berkelanjutan.
Kader Sahabat ASI — Sahabat Ibu, Penguat Menyusui, Pendamping Generasi Sehat.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026