Mataram (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 sekaligus pameran uang Rupiah Berjaya Sampai Pelosok Negeri (Rinjani) di Mataram, Selasa (11/8).

Kegiatan tersebut mengusung tema "Rayakan Digitalisasi, QRISnya Satu, Menangnya Banyak!" dan menjadi bagian dari upaya BI NTB memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di tengah masyarakat.

BI NTB juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah. Edukasi itu menjadi penting seiring dengan semakin luasnya penggunaan pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Hario K Pamungkas mengatakan digitalisasi sistem pembayaran harus berjalan seiring dengan penguatan pemahaman masyarakat terhadap Rupiah.

"Digitalisasi sistem pembayaran perlu berjalan beriringan dengan penguatan pemahaman masyarakat terhadap Rupiah," katanya.

Menurut dia, Pameran Uang RINJANI menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal perjalanan Rupiah dari masa ke masa. BI NTB juga mengajak generasi muda memahami nilai Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara dan pemersatu bangsa.

Hario mengatakan BI terus memastikan ketersediaan Rupiah dalam jumlah yang cukup, berkualitas, dan layak edar. Pada saat yang sama, BI memperkuat sistem pembayaran digital agar masyarakat dapat melakukan transaksi secara aman dan efisien.

Pekan QRIS Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperluas akseptasi QRIS sebagai metode pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

Penggunaan QRIS juga memberikan peluang bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas layanan. Sistem pembayaran digital tersebut dapat mendukung pengembangan berbagai potensi ekonomi daerah.

Mewakili Gubernur NTB, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB H Lalu Moh Faozal mengapresiasi pengembangan QRIS sebagai bagian dari transformasi digital sistem pembayaran.

Faozal menilai penggunaan QRIS dapat memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi NTB. Pemanfaatannya dapat menjangkau UMKM, sektor kuliner, kerajinan, hingga desa wisata.

"QRIS bukan hanya soal pembayaran, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pariwisata dan ekonomi daerah," ujarnya.

Baca juga: Transaksi lintas negara, Bank NTB Syariah sukses implementasikan QRIS Cross Border

Ia mengajak pemerintah, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem pembayaran digital di NTB.

Menurut Faozal, kolaborasi seluruh pihak diperlukan agar manfaat digitalisasi dapat dirasakan masyarakat secara luas. Pemerintah juga perlu memastikan transformasi digital berlangsung secara inklusif sehingga tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal.

Pembukaan PQN 2026 dan pameran uang Rinjani juga diisi dengan sejumlah kegiatan. BI NTB mengukuhkan Pengurus Komunitas Numismatik Sasambo dan menyerahkan kartu anggota kepada pengurus komunitas tersebut.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan seremoni pembayaran zakat menggunakan QRIS Tap. Pembayaran tersebut menunjukkan pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai aktivitas masyarakat.

Baca juga: Disdag Mataram mengkaji penerapan penarikan retribusi pasar gunakan QRIS

Sementara itu, Pameran Uang Rinjani menghadirkan koleksi uang yang pernah beredar di Indonesia. Koleksi tersebut berasal dari berbagai periode, mulai dari masa sebelum kemerdekaan hingga uang yang digunakan saat ini.

Pameran tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk melihat perjalanan sejarah Rupiah. Pengunjung juga dapat memahami perkembangan Rupiah sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya menjaga dan menggunakan mata uang nasional.

BI NTB bersama Pemerintah Provinsi NTB, perbankan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya terus mendorong sistem pembayaran yang mudah, aman, efisien, dan inklusif.

Melalui PQN 2026, BI NTB berharap perkembangan pembayaran digital dapat berjalan beriringan dengan kecintaan masyarakat terhadap Rupiah. Transformasi tersebut diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi NTB yang semakin maju dan berdaya saing.

Pameran Uang Rinjani berlangsung pada 11-14 Agustus 2026 di Gedung Serba Guna Bank Indonesia NTB. Masyarakat dapat mengunjungi pameran tersebut secara gratis untuk melihat perjalanan Rupiah dari masa ke masa.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026