Kota (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, Nusa Tenggara Barat, memperkuat sektor pertanian melalui penyaluran bantuan sarana produksi pertanian (saprodi) kepada sejumlah kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Bantuan sarana produksi tersebut diserahkan Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin kepada perwakilan kelompok tani di halaman Kantor Dinas Pertanian Kota Bima, Selasa.

Kepala Dinas Pertanian Kota Bima Abdul Najir mengatakan bantuan saprodi merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari sektor pertanian.

"Bantuan saprodi merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam mendukung peningkatan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani," ujarnya.

Menurut dia, sektor pertanian memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat Kota Bima melalui subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan.

Pemerintah daerah, kata dia, terus mendorong peningkatan produksi sejumlah komoditas yang memiliki peran penting bagi perekonomian masyarakat, seperti padi, jagung, kedelai, tembakau, dan jambu mete.

Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin mengatakan penguatan sektor pertanian diperlukan karena petani tidak hanya berperan sebagai penerima dukungan pemerintah, tetapi menjadi pelaku utama dalam menjaga produksi pangan dan menggerakkan perekonomian daerah.

"Petani bukan sekadar penerima bantuan, tetapi merupakan pelaku utama pembangunan pertanian dan bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah," ujarnya.

Ia mengatakan sektor pertanian masih memiliki basis masyarakat yang kuat di Kota Bima. Berdasarkan data Potensi Desa BPS 2024, dari 41 kelurahan di Kota Bima terdapat 13 kelurahan yang mayoritas masyarakatnya bekerja di bidang pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Selain sumber daya masyarakat, kata dia, pemerintah daerah juga memiliki infrastruktur pendukung produksi pertanian. Sebanyak 29 kelurahan di Kota Bima tercatat memiliki saluran irigasi.

Baca juga: Pemkot Bima memperkuat sektor pertanian melalui bantuan sarana produksi

"Ini menunjukkan bahwa pertanian memiliki basis masyarakat yang kuat. Kita juga memiliki dukungan infrastruktur, seperti 29 kelurahan yang memiliki saluran irigasi. Potensi ini harus kita kelola dan optimalkan," katanya.

Rahman meminta kelompok tani memanfaatkan bantuan saprodi secara maksimal dan bertanggung jawab agar dukungan pemerintah tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan produksi, tetapi juga memberikan dampak terhadap peningkatan hasil panen dan pendapatan petani.

"Jangan melihat bantuan ini hanya sebagai pemberian pemerintah. Jadikan bantuan ini sebagai modal untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan kelompok tani," tegasnya.

Ia juga meminta Dinas Pertanian memperkuat pendampingan kepada kelompok tani, terutama dalam penerapan teknologi pertanian, peningkatan kualitas produksi, dan pemasaran hasil pertanian.

Baca juga: Pemkot Bima memugar 500 unit rumah tidak layak huni 2026

Menurut dia, peningkatan produktivitas perlu diikuti dengan kemampuan petani mengelola hasil produksi dan memperluas akses pasar agar nilai ekonomi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat lebih besar bagi petani.

Rahman berharap bantuan saprodi tahun anggaran 2026 dapat memberikan manfaat nyata bagi kelompok tani penerima, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendorong kemandirian dan kesejahteraan petani di Kota Bima.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan sinergi antara pemerintah, penyuluh dan kelompok tani agar pembangunan pertanian bisa berjalan dengan baik," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026