Mataram (ANTARA) - Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan pelatihan desain mutiara selama tiga hari untuk meningkatkan keterampilan perajin dalam merancang perhiasan dan kerajinan mutiara yang kreatif, bernilai jual tinggi dan berdaya saing di pasar.

"Kegiatan pelatihan juga dapat membantu pelaku usaha lokal mengemas produk mutiara secara lebih profesional agar mampu menembus pasar yang lebih luas," kata Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM (Disprinkop UKM) Kota Mataram Jemmy Nelwan saat membuka pelatihan di Mataram, Kamis.

Kegiatan pelatihan desain mutiara tersebut diikuti sebanyak 35 orang peserta berlangsung selama tiga hari dengan mendatangkan nara sumber salah satunya Ketua Asosiasi Mutiara Kota Mataram H Fauzi.

Dikatakan, untuk kegiatan pelatihan desain mutiara kali ini difokuskan pada pengembangan produk desain mutiara yang sudah memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) hasil desain Ketua TP PKK Kota Mataram Hj Kinnastri Mohan Roliskana.

Desain mutiara asal Kota Mataram yang sudah memiliki HaKI adalah berupa bros untuk khusus pria berupa Tembolak yang merupakan gerbang masuk Kota Mataram di areal bypass Lingkar Selatan Kota Mataram.

"Sebelumnya para perajin juga sudah mendapatkan pelatihan untuk desain bros gerbang Sangkareang yang juga sudah memiliki HaKI. Kini kami latih untuk jenis bros berikutnya," katanya.

Setelah mendapatkan pelatihan, para peserta mendapatkan bantuan peralatan untuk mendukung meningkatkan kualitas desain dan produksi para perajin mutiara.

Selain itu, tambahnya, dalam kesempatan yang sama Disprinkop UKM juga melaksanakan pelatihan sistem pemasaran digital yang berlangsung selama satu hari diikuti 25 peserta yang berasal dari perwakilan enam kecamatan se-Kota Mataram.

Kegiatan pelatihan pemasaran digital itu dengan menghadirkan narasumber dari Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) Mataram dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram.

Baca juga: Waka Komisi VII minta produk perajin UMKM NTB berdaya saing global

Pelatihan itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta dalam mempromosikan produk melalui pemanfaatan platform digital seperti Facebook, Instagram dan TikTok, serta pembuatan konten kreatif.

"Kami berharap, melalui pelatihan tersebut dapat meningkatkan kompetensi dan memperluas pasar," katanya.

Menurut Jemmy, kedua kegiatan pelatihan itu dilaksanakan pada salah satu hotel berbintang di Kota Mataram, dengan sumber anggaran dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2026, dengan total anggaran sekitar Rp2 miliar.

Baca juga: Lele marinasi Indonesia tembus pasar Taiwan

Anggaran Rp2 miliar itu, untuk puluhan kegiatan pelatihan pelaku UMKM dan industri 2026. Setelah dua pelatihan ini, pihaknya kini sedang menyiapkan belasan berbagai pelatihan lainnya.

"Targetnya, semua kegiatan pelatihan bisa tuntas sampai akhir tahun 2026, agar serapan anggaran DBHCHT bisa 100 persen," katanya.

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026