Lombok Timur (ANTARA) - Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menegaskan pemerintah daerah segera melakukan koordinasi dengan perusahaan guna memastikan harga tembakau tetap menguntungkan petani di kabupaten itu.
"Pemerintah daerah selalu berpihak kepada petani tembakau ketika ada terjadi permainan harga," kata Haerul Warisin di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat.
Menurut dia, perusahaan harus dapat memastikan keuntungan petani ada dalam analisis usaha mereka, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Harga tembakau tidak boleh semena-mena dipatok rendah dengan alasan cuaca yang dapat memengaruhi kualitas panen, ujar dia.
Ia juga meyakini jika kualitas panen tembakau baik maka harga juga bagus. "Kalau tembakau bagus tidak mungkin akan dibeli rendah".
Haerul mengatakan pemerintah daerah akan turun tangan melakukan intervensi kepada perusahaan tembakau yang beroperasi di wilayah Kabupaten Lombok Timur.
Ia menjelaskan, dalam menentukan harga tembakau ada mekanisme yang melibatkan pemerintah, pengusaha, dan kelompok tani beserta asosiasi.
Baca juga: Bea Cukai bongkar modus distribusi rokok ilegal lewat bus antarkota
"Ketika ada gejolak, dibahas melalui tripartit, yaitu pengusaha, pemerintah dan asosiasi kelompok tani," katanya.
Ia mengatakan melalui koordinasi tersebut, petani tembakau di Lombok Timur tidak dirugikan dan mendapatkan harga yang adil sesuai dengan jerih payah selama setahun.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi NTB Lalu Mirza mengatakan tembakau tetap menjadi salah satu komoditas unggulan daerah yang memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan kesejahteraan petani.
Baca juga: Bea Cukai mendorong legalisasi industri tembakau lokal di Sumbawa
“Insya Allah dengan musim yang ada saat ini, pertanaman tembakau kami harapkan menguntungkan petani," katanya.
Menurut dia, meski NTB memiliki berbagai komoditas pertanian lainnya, tembakau masih menjadi tanaman yang memberikan nilai ekonomi tinggi sehingga pemerintah terus mendorong petani untuk membudidayakan.
Memasuki pertengahan musim tanam, sebagian petani di sejumlah wilayah telah mulai melakukan panen perdana. Sementara itu, pemerintah terus memantau perkembangan harga di tingkat petani melalui tim teknis agar harga pembelian tetap berada pada level yang wajar.
“Kami terus memantau perkembangan harga di lapangan. Harapannya perusahaan-perusahaan yang membeli hasil tembakau juga dapat memberikan harga yang layak bagi petani,” katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026