"Kemerdekaan yang dinikmati bangsa Indonesia hari ini bukanlah hadiah, melainkan buah dari pengorbanan, persatuan, keberanian, ilmu pengetahuan, keimanan, dan keteguhan hati para pendahulu bangsa,"
Kota Mataram (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Nusa Tenggara Barat, meneguhkan kontribusi perguruan tinggi dalam mengisi kemerdekaan melalui penguatan pendidikan, penelitian, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, dan prestasi mahasiswa.
Komitmen tersebut disampaikan Rektor UMMAT Dr. H. Abdul Wahab, MA, dalam amanat upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diikuti pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan sivitas akademika UMMAT di Mataram, Senin.
Menurutnya, dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, peringatan kemerdekaan tahun ini tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi keluarga besar UMMAT mengenai tanggung jawab generasi hari ini dalam melanjutkan perjuangan melalui pendidikan, penelitian, inovasi, pengabdian, dan karya nyata bagi masyarakat.
"Kemerdekaan yang dinikmati bangsa Indonesia hari ini bukanlah hadiah, melainkan buah dari pengorbanan, persatuan, keberanian, ilmu pengetahuan, keimanan, dan keteguhan hati para pendahulu bangsa," ujarnya dalam pernyataan tertulisnya, Selasa.
Abdul Wahab menegaskan, setelah 81 tahun Indonesia merdeka, pertanyaan penting bukan lagi sekadar berapa lama bangsa ini telah merdeka, melainkan apa yang telah dilakukan generasi sekarang untuk menjaga, mengisi, dan meneruskan kemerdekaan tersebut.
"Kemerdekaan tidak boleh berhenti menjadi sebuah peristiwa sejarah. Kemerdekaan harus menjadi kesadaran, tanggung jawab, etos kerja, keberanian untuk berkarya, dan diwujudkan melalui kebermanfaatan kita bagi sesama," tegasnya.
Menurut dia, tantangan yang dihadapi generasi saat ini berbeda dengan perjuangan para pendiri bangsa. Tantangan tersebut antara lain kemiskinan, kesenjangan pendidikan, pengangguran, kerusakan lingkungan, perubahan iklim, disinformasi, persaingan global, serta perkembangan kecerdasan buatan yang mengubah cara manusia belajar dan bekerja.
Karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menjadi pemecah masalah, inovator, peneliti, pengusaha, pemimpin, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menegaskan perguruan tinggi tidak boleh menjadi menara gading yang jauh dari persoalan masyarakat, tetapi harus hadir memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di bidang pertanian, kesehatan, pendidikan, hukum, lingkungan, ekonomi, teknologi, dan sosial.
"Universitas harus menjadi bagian dari jawaban, bukan sekadar penonton dari persoalan,” ujarnya.
Abdul Wahab mengatakan prinsip tersebut sejalan dengan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta Al Islam dan Kemuhammadiyahan.
Menurut dia, kegiatan pendidikan dan penelitian harus memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat, sedangkan hasil penelitian perlu dikembangkan menjadi inovasi atau solusi yang dapat memberikan manfaat secara langsung.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan perkembangan teknologi dan akses pengetahuan untuk meningkatkan kompetensi, sekaligus tidak terjebak pada berbagai distraksi di era digital.
Mahasiswa didorong mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, literasi digital, kreativitas, kolaborasi, bahasa, organisasi, penelitian, kewirausahaan, hingga pengalaman internasional sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan perubahan global.
"Jangan hanya bercita-cita lulus. Bercita-citalah menjadi berguna. Jangan hanya bertanya, ‘Nanti saya dapat pekerjaan apa?’ Mulailah bertanya, ‘Masalah apa yang bisa saya selesaikan?’” katanya.
Ia mengatakan generasi muda yang saat ini menempuh pendidikan akan menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam konteks pembangunan daerah, UMMAT juga didorong semakin memperkuat kontribusinya terhadap Nusa Tenggara Barat yang memiliki potensi di sektor pertanian, peternakan, kelautan, pariwisata, kebudayaan, dan sumber daya manusia.
Potensi tersebut, kata dia, membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan tata kelola agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Pada momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan RI tersebut, UMMAT juga memberikan penghargaan kepada insan universitas yang telah mengabdi selama lebih dari 30 hingga lebih dari 40 tahun serta memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi.
Ia berharap semangat kemerdekaan dapat terus diwujudkan oleh sivitas akademika UMMAT melalui peningkatan kualitas pendidikan, penelitian yang menghasilkan solusi, inovasi, prestasi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Baca juga: UMMAT dorong penguatan talenta digital melalui SENASTIF 2026
Baca juga: UMMAT dorong transformasi kemahasiswaan lewat Rakornas FOSMA 2026
Baca juga: Mahasiswa Fakultas Hukum UMMAT raih Juara Umum Jogja Essay Competition 2026
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026