Selama satu minggu pelaksanaan skrining hingga saat ini sebanyak 17 kasus yang ditemukan TBC baru positif.
Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), melaksanakan skrining atau pelacakan tuberkulosis (TBC) yang merupakan penyakit menular akibat terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.
"Skrining TBC kami fokuskan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Praya Barat, Pujut, dan Praya Barat Daya," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Lombok Tengah Lalu Putrawangsa, di Lombok Tengah, Selasa.
Ia mengatakan skrining TBC itu difokuskan di tiga kecamatan tersebut, karena melihat sebaran kasus yang ditemukan sebelumnya di wilayah tersebut.
"Selama satu minggu pelaksanaan skrining hingga saat ini sebanyak 17 kasus yang ditemukan TBC baru positif," katanya.
Ia mengatakan skrining TBC di kecamatan lainnya dilakukan secara bertahap, karena keterbatasan alat tes pemeriksaan TBC.
Sedangkan target penemuan TBC baru yang ditetapkan pemerintah untuk Lombok Tengah mencapai 3.712 kasus pada 2026.
Oleh karena itu, skrining TBC ini akan tetap dilaksanakan di 12 kecamatan di wilayah Kabupaten Lombok Tengah.
"Skrining TBC dilaksanakan hingga November 2026," katanya.
Ia mengatakan bahwa terhadap penemuan kasus baru ini dilaksanakan penanganan dengan memberikan pengobatan langsung secara rutin selama enam bulan tanpa putus.
"Sekali saja tidak minum obat, harus mulai dari awal," katanya.
Ia mengatakan kegiatan ini untuk deteksi dini dalam memutus rantai penularan sekaligus menekan kematian akibat TBC.
"TBC ini penyakit menular, namun bisa disembuhkan dengan minum obat secara rutin," pungkas Putrawangsa.
Baca juga: Wamendagri meminta pemda percepat penanggulangan TBC
Baca juga: Rendahnya pengetahuan sampai stigma menjadi hambatan pengobatan TBC
Baca juga: Jangan abaikan keluhan batuk berkepanjangan
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026