Mataram, NTB (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, terus melakukan inovasi untuk menggerakkan sektor pariwisata dan meningkatkan kunjungan ke destinasi wisata.
"Mataram punya banyak destinasi wisata, selain destinasi alam berupa pantai dan wisata sejarah, Mataram juga unggul sebagai wisata belanja dan kuliner," kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Cahya Samudra di Mataram, NTB, Rabu.
Untuk meningkatkan kunjungan ke objek wisata alam salah satunya di destinasi unggulan Pantai Loang Baloq, Dispar telah menetapkan kawasan itu sebagai wisata tematik yang difokuskan untuk menonjolkan atraksi budaya seperti Peresean atau atraksi tarung dan adu ketangkasan tradisional khas Suku Sasak, Lombok, NTB.
Atraksi Peresean menyasar pangsa pasar destinasi Loang Baloq yang cenderung didominasi oleh keluarga dan kaum laki-laki yang menyukai seni budaya lokal.
"Atraksi Peresean kami gelar rutin sejak akhir 2025, setiap bulan pada minggu ketiga dan berhasil meningkatkan angka kunjungan di lokasi tersebut," katanya.
Menurutnya, tingkat kunjungan di Pantai Loang Baloq pada hari biasa mencapai sekitar 300-400 kunjungan, tapi jumlah itu akan meningkat pada akhir pekan yakni pada hari Sabtu-Minggu, dengan tingkat kunjungan 500-700 orang.
"Namun, ketika digelar atraksi Peresean, tingkat kunjungan bisa mencapai 1.000 lebih," katanya.
Baca juga: Dispar Mataram perketat pengawasan pengamen di destinasi wisata
Selain itu, lanjut Cahya, di Pantai Ampenan kini juga sudah dibangun tugu prasasti Alfred Russel Wallace di kawasan eks Pelabuhan Ampenan, yang menjadi penanda baru penguatan identitas Kota Tua Ampenan sebagai destinasi wisata sejarah di Kota Mataram.
"Tugu prasasti Alfred Russel Wallace, untuk menghidupkan kembali jejak sejarah kawasan pelabuhan bersejarah tersebut sekaligus menarik wisatawan asing," katanya.
Ia mengatakan prasasti tersebut mengenalkan masyarakat dan wisatawan terhadap kawasan Ampenan pernah menjadi persinggahan ilmuwan ternama dunia Alfred Russel Wallace pada 1856.
Baca juga: Dispar Mataram konsep basis data omzet pelaku ekraf
"Itu bagian jejak sejarah yang tidak boleh dilupakan sebab Wallace pernah singgah di Ampenan dan mencatatnya dalam buku The Malay Archipelago. Dengan adanya prasasti itu, kami ingin wisatawan tahu Mataram punya cerita besar yang terhubung dengan dunia," katanya.
Cahya berharap melalui langkah-langkah inovasi tersebut dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara berkunjung ke destinasi-destinasi unggulan di kota itu.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026