Dompu, NTB, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha pertanian di daerah itu.

Penyerahan bantuan berlangsung di halaman Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pertanian dan Perkebunan Kecamatan Woja, Dompu, Rabu, dan dilakukan langsung oleh Bupati Dompu Bambang Firdaus.

Bambang mengatakan sektor pertanian memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

"Dompu merupakan salah satu daerah penyangga pangan nasional. Tahun ini (2026) kita mengalami surplus, sehingga Dompu menjadi salah satu sentra pangan nasional," ujar dia.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Dompu, estimasi produksi jagung di daerah itu mencapai 290.026 ton dari realisasi panen seluas 37.140 hektare, sedangkan produksi padi diperkirakan mencapai 107.096 ton.

Produksi tersebut turut memperkuat posisi Dompu sebagai salah satu daerah penghasil pangan di Nusa Tenggara Barat. Wilayah Dompu juga menjadi bagian dari target penyerapan jagung oleh Bulog wilayah Bima-Dompu sebesar 56.000 ton pada tahun ini.

Bambang mengatakan penyaluran Alsintan harus disertai pendampingan kepada kelompok tani agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat secara optimal.

"Ini menjadi tugas pemerintah, dalam hal ini Dinas Pertanian, untuk terus mendampingi masyarakat, baik dalam melakukan perawatan maupun saat panen, sehingga kita dapat meningkatkan hasil dan meninggalkan pola-pola yang masih konvensional," katanya.

Baca juga: Pemkab Dompu menyalurkan 200 ribu liter air bersih atasi kekeringan

Menurut Bambang, pemanfaatan Alsintan secara tepat dapat membantu petani menghemat waktu dan biaya, mempercepat pengolahan lahan serta proses panen, sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.

Ia meminta Alsintan yang disalurkan pemerintah benar-benar digunakan untuk kepentingan kelompok tani dan tidak hanya dimanfaatkan secara individu.

"Pemerintah tidak memandang sebelah mata aktivitas para petani. Alat ini saya ingin pastikan sampai kepada petani yang sesungguhnya agar dapat digunakan sebagaimana mestinya, karena ini merupakan amanat kita bersama," katanya menegaskan. 

Baca juga: Pemkab Dompu mengoptimalkan tambahan TKD Rp136,5 miliar untuk stabilkan APBD

Bambang mengajak jajaran Dinas Pertanian, kelompok tani dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mempertahankan capaian sektor pertanian Kabupaten Dompu sebagai salah satu daerah sentra pangan.

"Kita harus mempertahankan predikat kita sebagai sentra pangan nasional," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dompu Syahrul Ramadhan mengatakan bantuan Alsintan diberikan kepada kelompok tani melalui program penyediaan dan pengembangan prasarana pertanian.

Menurut dia, pemerintah daerah juga menerapkan pola kemitraan dengan anggota DPRD Kabupaten Dompu dalam mendukung pengadaan dan penyaluran bantuan bagi masyarakat petani.

Total bantuan yang disalurkan terdiri atas 38 unit hand tractor, dua unit combine harvester, dan satu unit traktor roda empat.

Sejumlah kelompok tani menerima bantuan secara simbolis, di antaranya Kelompok Tani Nangka III, Desa Matua, Kecamatan Woja, dan Kelompok Tani Tolo Temba I, Desa Anamina, Kecamatan Manggelewa, yang masing-masing menerima combine harvester.

Kemudian, Kelompok Tani Ngawa Sama, Desa Doropeti, Kecamatan Pekat, menerima traktor roda empat. Kelompok Tani Pede Mele, Desa Calabai, Kecamatan Pekat, dan Kelompok Tani Rasabou, Desa Rasabou, Kecamatan Hu'u, masing-masing menerima hand traktor.

Syahrul berharap bantuan tersebut dapat membantu kelompok tani mengolah lahan secara lebih efisien, mempercepat proses panen, dan mengurangi ketergantungan terhadap pola pertanian konvensional.

Penyaluran Alsintan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Dompu memperkuat sarana produksi pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan dan meningkatkan kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian daerah.

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026