Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) membentuk tim terpadu penertiban peredaran miras maupun dugaan praktik asusila di kawasan Pantai Labuhan Haji dan Suryawagi untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat
""Pantai seharusnya menjadi ruang aman tempat menikmati senja dan melepas penat masyarakat bersama keluarga atau wisatawan," kata Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lombok Timur Irwan Agus dalam rapat yang di gelar di aula kantor Satpol PP di Lombok Timur, Kamis.
Ia mengatakan peredaran miras, potensi praktik asusila, hingga minim nya lampu penerangan, sehingga perlahan merenggut kenyamanan pesisir di kawasan pantai Labuhan Haji dan pantai Suryawangi.
"Kami tidak boleh membiarkan ruang publik ini meredup yang dapat mengganggu ketertiban umum," katanya.
Baca juga: Bupati Lotim sebut kesehatan aspek vital pembangunan
Untuk mewujudkan kenyamanan di ruang publik, dibutuhkan sinergisitas semua pihak dalam melaksanakan penertiban yang terukur dan terarah.
"Kami harus bijak membedakan mana pedagang kecil yang jujur mencari nafkah dan mana oknum yang merusak masa depan generasi muda, seperti yang menjual minuman keras, mempekerjakan anak di bawah umur, hingga praktik prostitusi," katanya.
Sebagai langkah nyata, akan segera dibentuk tim terpadu lintas sektoral dengan dukungan penuh TNI dan Polri. Tim ini juga akan membangun pos terpadu di kawasan pesisir pantai untuk pengamanan.
Baca juga: Kasus jual beli titik SPPG di Lombok Timur berpeluang dihentikan
Selain itu, Dinas Perhubungan akan menambah lampu jalan di area pantai dan penataan lapak terus dimaksimalkan agar kawasan pantai tertata rapi dan aman.
"Ini adalah ikhtiar bersama demi menyelamatkan generasi penerus dan mengembalikan pesisir yang ramah, aman, serta membanggakan. Mari dukung langkah penertiban ini untuk kenyamanan wisatawan maupun masyarakat," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026