Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, melaksanakan kegiatan vaksinasi anjing semi-liar guna mengantisipasi virus rabies dan mencegah penularan penyakit mematikan dari hewan ke manusia.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram Lalu Hapiludin di Mataram, Kamis, mengatakan, kegiatan vaksinasi dijadwalkan mulai pada 26 Agustus 2026 di empat kelurahan.

"Empat kelurahan tersebut adalah Kelurahan Cakra Timur, Cilinaya, Taliwang, dan Kelurahan Mataram Barat. Dengan target sasaran 100 ekor," katanya.

Dengan target 100 ekor anjing yang akan divaksin itu, masing-masing kelurahan ditargetkan menyasar sebanyak 25 ekor.

Untuk melaksanakan kegiatan vaksinasi itu, pihaknya melibatkan sekitar 12 orang petugas terdiri atas dokter hewan, para medis, dan petugas lapangan.

"Untuk dosis vaksin, sudah kami siapkan sesuai kebutuhan," katanya.

Lebih jauh Hapiludin mengatakan, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang berfokus pada hewan kesayangan, program vaksinasi kali ini dialihkan untuk menyasar kelompok hewan jenis anjing semi-liar.

Langkah itu diambil karena anjing yang dilepasliarkan atau semi-liar oleh pemiliknya memiliki risiko lebih tinggi untuk menggigit masyarakat.

Hewan semi liar itu, katanya, biasanya punya pemilik tapi dilepas di halaman atau lingkungan rumah untuk menjaga rumah, lalu keluar dan balik lagi. Anjing-anjing jenis itulah yang rentan dan suka menggigit dan berisiko penyebaran rabies.

Baca juga: Rabies mengintai, Dompu perkuat vaksinasi HPR dan kesadaran masyarakat

"Berbeda dengan hewan kesayangan biasanya sudah dirawat dan diperhatikan dengan baik oleh pemiliknya sehingga risikonya relatif kecil," katanya.

Di sisi lain, untuk menekan populasi anjing liar, pihaknya mengimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan sebab tumpukan sampah bisa memicu kedatangan anjing.

"Selain itu untuk menghindari gigitan anjing liar, masyarakat tidak mengganggu atau provokasi anjing," katanya.

Baca juga: Dinkes Mataram menyiapkan vaksinasi HPV cegah kanker serviks siswa SD

Menyinggung tentang kasus gigitan anjing selama Januari-Juli 2026, Hapiludin menyebutkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya kasus gigitan anjing.

"Semoga tidak pernah ada, dan sejauh ini Kota Mataram masih nol kasus rabies," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026