Lombok Tengah (ANTARA) - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan sebesar 17 persen pada semester pertama 2026 di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) bila dibandingkan dengan periode 2025.
"Sepanjang semester I 2026, kawasan Mandalika ini mencatat 685.844 kunjungan wisatawan, tumbuh 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus angka itu mencapai 124 persen dari target perusahaan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar dalam keterangan tertulisnya di Lombok Tengah, Jumat.
Ia mengatakan di kawasan Mandalika tren pertumbuhan terus berlanjut seiring semakin kuatnya posisi kawasan sebagai destinasi sport and lifestyle tourism.
"Tingkat okupansi rata-rata juga meningkat dari 44,94 persen menjadi 50,95 persen, didukung oleh semakin padatnya penyelenggaraan berbagai ajang olahraga, hiburan, dan aktivitas komunitas selama semester pertama 2026," katanya.
Baca juga: ITDC buka 2.500 relawan untuk MotoGP Mandalika, ada honor hingga BPJS
Ia mengatakan memasuki Semester II 2026, pihaknya optimis tren pertumbuhan akan semakin menguat seiring bergulir berbagai agenda strategis di seluruh kawasan.
"Berbagai event nasional maupun internasional diproyeksikan menjadi katalis peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi, aktivitas bisnis, sekaligus memperkuat multiplier effect bagi sektor perhotelan, transportasi, UMKM, ekonomi kreatif, dan pelaku usaha lokal," katanya.
Ia mengatakan di kawasan Mandalika, momentum tersebut akan diperkuat melalui penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, yang diproyeksikan kembali menjadi katalis pertumbuhan kawasan.
Baca juga: ITDC siapkan 130 shuttle bus mendukung MotoGP Indonesia 2026
Selain menarik wisatawan domestik dan mancanegara, ajang balap motor dunia ini juga diharapkan meningkatkan tingkat hunian hotel, menggerakkan sektor transportasi, memperkuat aktivitas UMKM dan ekonomi kreatif, serta memberikan multiplier effect bagi perekonomian Nusa Tenggara Barat.
"Kami tidak hanya mengejar peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan setiap destinasi mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar melalui meningkatnya okupansi, lama tinggal wisatawan, aktivitas bisnis, serta peluang investasi," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026