Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat segera melaksanakan lelang pembangunan lanjutan tahap dua Kantor Wali Kota Mataram atau "Bale Mentaram di Jalan Gajah Mada Jempong.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning di Mataram, Jumat, mengatakan tahap lelang itu dilakukan setelah PUPR menerima hasil evaluasi dan review dari Inspektorat Kota Mataram.

"Beberapa catatan serta saran hasil review Inspektorat sudah kami terima dan sekarang tahap revisi akhir. Setelah itu lelang bisa dilaksanakan," katanya.

Proyek lanjutan pembangunan Bale Mentaram dirancang menggunakan skema tahun jamak selama tiga tahun anggaran dengan total pagu senilai Rp 180 miliar.

Penyerapan anggaran akan dilakukan secara bertahap, di mana alokasi anggaran pada tahun berjalan disiapkan sebesar Rp58 miliar.

Karena itu, Dinas PUPR menjadwalkan akan menyerahkan seluruh berkas administrasi ke Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Kota Mataram untuk memasuki tahapan lelang resmi.

"InsyaAllah, Senin depan dokumennya langsung kami antar ke PBJ. Saat ini kami sedang menyelesaikan perbaikan," katanya.

Menurutnya, hasil review tidak ada catatan krusial atau perubahan mendasar dari Inspektorat terkait rencana anggaran biaya (RAB) maupun teknis bangunan.

Review lebih menyoroti aspek penyelarasan dan penyeragaman harga satuan material dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya di lingkup Pemerintah Kota Mataram.

Baca juga: Dinas PUPR Kota Mataram pastikan normalisasi sungai menyasar lokasi rawan

Misalnya, penyesuaian harga material berdasarkan review agar seragam dengan OPD lain. Meskipun, ada kenaikan harga barang pabrikasi maupun bahan bakar minyak (BBM) secara global, nilainya masih berada di bawah harga standar.

Mengingat proyek tersebut bersifat tahun jamak proses pelelangan di Unit Kerja PBJ hanya akan dilakukan satu kali untuk keseluruhan masa pengerjaan tiga tahun.

"Kegiatan yang ditender langsung untuk tahap pembangunan selanjutnya sampai tuntas," katanya.

Tahapan lelang di PBJ, katanya, ditargetkan dapat dibuka pada pekan depan dengan estimasi proses penentuan pemenang hingga penandatanganan kontrak memakan waktu sekitar 25 hari kerja jika berjalan lancar.

Baca juga: Sebanyak 152 MBR Mataram dapat sambungan air bersih gratis

Pihaknya memastikan, proses lelang dan pengerjaan fisik tidak akan terganggu atau terpengaruh oleh dinamika pembahasan APBD Perubahan 2026. Pemerintah Kota Mataram optimistis pengerjaan fisik Bale Mentaram tahap dua dapat segera terealisasi tepat waktu begitu penandatanganan kontrak selesai dilaksanakan.

"Jika proses tender lancar dan tidak ada sanggahan, proyek fisik bisa dimulai akhir bulan depan," katanya.

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026