"Saat ini, kegiatan fisik sudah dimulai hingga tiga bulan ke depan,"
Mataram (ANTARA) - Dinas Perikanan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mulai mengerjakan pemasangan atap pasar ikan bersih yang terintegrasi dengan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bintaro, Mataram dengan anggaran Rp900 juta.
Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram, Bachtiar Yulianto, di Mataram, Senin, mengatakan fokus pengerjaan pasar ikan bersih tahun ini diarahkan pada penyelesaian sayap atap seluruh lapak pasar.
"Saat ini, kegiatan fisik sudah dimulai hingga tiga bulan ke depan," katanya.
Pembangunan pasar ikan bersih bertujuan untuk meningkatkan kualitas, higienitas, dan nilai jual produk perikanan, sekaligus menyediakan tempat jual beli yang nyaman, aman, serta modern bagi masyarakat.
Dikatakan, pengerjaan pembangunan pasar ikan bersih dilakukan secara bertahap pada bagian sayap atap lapak pedagang agar tidak mengganggu aktivitas jual beli.
Selama proses pengerjaan, pihaknya optimistis tidak mengganggu aktivitas pedagang sebab aktivitas jual beli di pasar tersebut berlangsung sekitar 3-4 jam yakni mulai dari sekitar pukul 04.00 Wita-07.00 Wita.
Para pedagang yang berjualan di pasar ikan tersebut merupakan distributor ikan yang datang selain dari nelayan Kota Mataram, juga dari distributor kabupaten penyangga.
"Di atas pukul 07.00 Wita, aktivitas pedagang sudah sepi, sehingga pekerja proyek bisa melaksanakan kegiatan secara normal," katanya.
Menurutnya, jenis bahan atap yang digunakan UPVC menggantikan spandek, guna mencegah korosi akibat uap air laut dan cuaca pantai sebab areal pasar ikan bersih saat ini berada di kawasan Pantai Bintaro.
Sementara untuk tahap pembangunan selanjutnya, yakni berupa los pasar dan atap di bagian tengah yang akan dipasang, Dinas Perikanan Kota Mataram saat ini tengah memperjuangkan bantuan dana dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI dengan usulan anggaran sekitar Rp3 miliar.
Anggaran itu rencananya dialokasikan untuk penataan lantai, pembangunan atap bagian tengah, serta perbaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sering dikeluhkan bau dan mampet.
"Jika kita tidak dapat tahun ini, semoga tahun 2027 usulan itu bisa direalisasikan untuk pembangunan pasar ikan bersih tahap selanjutnya," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026