Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi permasalahan penanganan sampah akibat rencana penutupan operasional landfill satu dan dua di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi, di Mataram, Selasa, mengatakan, rencana penutupan operasional landfill satu dan dua TPA Kebon Kongok dijadwalkan Desember 2026, karena diprediksi penuh.

"Mulai sekarang, kami harus menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk menentukan lokasi alternatif penampungan sementara guna menghindari terjadinya penumpukan," katanya.

Alternatif yang disiapkan antara lain di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sandubaya, seperti langkah sebelumnya saat terjadi penutupan TPA.

Selain itu, DLH juga mengoptimalkan gerakan pengolahan sampah dari sumber yakni dari rumah tangga, dengan melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik.

Untuk sampah organik, masyarakat diajak mengolah sampah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman di sekitar rumah. Sedangkan sampah plastik, dapat dipilah kembali untuk jenis plastik yang memiliki nilai jual.

"Dengan upaya itu, volume sampah yang dibuang ke TPS bisa berkurang," katanya.

Selain itu, upaya yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait rencana pembukaan landfill baru atau landfill tiga.

Dari informasi, landfill tiga tersebut memiliki luas lahan sekitar 3.500 meter per segi dan diprediksi dapat digunakan hingga 3-3,5 tahun ke depan.

Baca juga: Tumpukan sampah di TPS Sandubaya Mataram tersisa 2.000 ton

Untuk membuka landfill baru itu, DLH Kota Mataram sudah berkoordinasi dengan provinsi baik itu terkait kesepakatan maupun kebutuhan anggaran operasional.

"Bahkan, rencananya pihak provinsi bersama para kepala daerah terkait kembali akan menggelar pertemuan guna menyepakati besaran nilai kompensasi pembuatan landfill baru tersebut," katanya.

TPA Kebon Kongok saat ini sudah menjadi TPA regional karena digunakan oleh dua daerah yakni Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Baca juga: Pemkot Mataram siap mengikuti lomba kota bersih incar insentif Rp20 miliar

Sementara aktivitas pengangkutan sampah di Kota Mataram, kata Denny, sampai saat ini masih berjalan normal sebanyak empat ritase setiap hari, dengan volume sampah mencapai sekitar 240-250 ton per hari.

"Kami berharap rencana pembangunan landfill baru bisa segera rampung agar ketika landfill dua dan tiga ditutup, landfill baru sudah ada sehingga kami tidak mencari lahan alternatif sementara," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026