"Pelatihan itu juga dilaksanakan untuk merespons tingginya permintaan pasar luar daerah terhadap produk kuliner khas lokal,"
Mataram (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan kegiatan pelatihan pengemasan (packaging) menggunakan teknik vakum makanan bagi para pelaku UMKM di kota itu.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperinkop UKM) Kota Mataram, Jemmy Nelwan, di Mataram, Rabu, mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan langkah memperluas jangkauan pasar produk lokal, terutama kuliner.
"Pelatihan itu juga dilaksanakan untuk merespons tingginya permintaan pasar luar daerah terhadap produk kuliner khas lokal," katanya.
Program pelatihan vakum makanan ditargetkan menyasar sekitar 50 pelaku usaha yang tersebar di enam kecamatan se-Kota Mataram. Kegiatan pelatihan dijadwalkan pada minggu ke dua September 2026.
Selain diberikan pembekalan teori dan praktik pengemasan vakum, para peserta juga akan difasilitasi dengan bantuan alat pemakum makanan (vacuum sealer).
Melalui teknik pengemasan vakum, katanya, kualitas daya tahan makanan dapat terjaga lebih lama sehingga memudahkan para pelaku usaha untuk mengirimkan produk mereka secara "take away" atau menjadi oleh-oleh ke luar daerah bahkan luar negeri.
Apalagi, saat ini berbagai kuliner khas Kota Mataram dan Pulau Lombok secara umum banyak diminati untuk dijadikan oleh-oleh para wisatawan. Seperti, Ayam Taliwang, Sate Rembiga, Nasi Puyung, Sate Bulayak, Bebalung, Beberok Terong, dan lainnya.
"Dengan adanya kegiatan pelatihan dan bantuan alat vakum makanan, bisa membuka peluang usaha lebih luas," katanya.
Selain pelatihan vakum makanan, tambahnya, Disperinkop Kota Mataram juga menyiapkan puluhan program pelatihan keterampilan lainya yang anggarannya juga bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dengan total anggaran mencapai Rp2 miliar di tahun 2026.
Setelah pelatihan vakum makanan, beberapa pelatihan yang akan dilaksanakan secara bertahap hingga akhir tahun 2026 antara lain, pembuatan kue kering dan basah, aneka olahan sambal Nusantara, kerajinan ukir kayu, pengolahan logam dan perhiasan mutiara, serta pembuatan batik.
Secara keseluruhan, setiap angkatan pelatihan akan menampung 50 peserta yang mencakup berbagai kalangan masyarakat di Kota Mataram, baik pelaku usaha yang sudah berjalan maupun masyarakat yang ingin memulai usaha baru.
"Harapan kami, pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemandirian ekonomi, memperkuat daya saing produk lokal, serta berkontribusi langsung dalam mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran, sehingga meningkatkan kesejahteraan warga di Kota Mataram," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026