Mataram (ANTARA) - Dinas Perikanan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mulai menyerahkan bantuan sarana prasarana budidaya ikan air tawar serta alat pascapanen kepada kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan).

Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Perikanan Kota Mataram Leo Amri Saleh di Mataram, Kamis, mengatakan, anggaran pelaksanaan program bantuan itu bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2026, sebesar Rp1,70 miliar.

"Dengan target sasaran sekitar 133 kelompok budidaya ikan air tawar se-Kota Mataram," katanya.

Menurutnya, jenis bantuan sarana prasarana yang disalurkan berupa benih ikan nila dan pakan. Bantuan itu dialokasikan untuk kelompok pembudidaya di lima kecamatan se-Kota Mataram yakni Kecamatan Mataram, Selaparang, Ampenan, Cakranegara, dan Kecamatan Sandubaya.

Saat ini penyaluran bantuan sedang berjalan di beberapa titik, di antaranya Kecamatan Selaparang dan sebagian wilayah Kecamatan Sandubaya. Pihaknya, menargetkan seluruh proses pendistribusian bantuan selesai paling lambat akhir September 2026.

Menurutnya, jenis bantuan yang diberikan berupa bibit ikan sebanyak 5.500 ekor bibit ikan nila per kelompok, dan pakan ikan sebanyak 22 sak pakan per kelompok.

"Jenis bibit ikan yang kami berikan khusus ikan nila, itu sesuai permintaan dan kebutuhan pasar pembudidaya lokal," katanya.

Dikatakan, kelompok budidaya rata-rata meminta bibit ikan nila karena lebih memiliki gizi dan nilai ekonomi tinggi dan lebih banyak dicari dan konsumsi masyarakat.

"Sementara untuk jenis ikan tawar lainnya seperti ikan lele, patin, dan bawal, peminatnya relatif sedikit," katanya.

Selain benih dan pakan, tambah Leo, Dinas Perikanan juga menyalurkan bantuan alat pascapanen untuk menunjang aktivitas operasional dan panen para pembudidaya.

Sarana pascapanen yang disalurkan antara lain, mesin air, timbangan digital, cangkul, sekop, keranjang panen, serta gentong penampungan.

Baca juga: Dinas Perikanan kerjakan pemasangan atap pasar ikan bersih Mataram

"Bantuan disalurkan kepada kelompok pembudidaya penerima manfaat sesuai kriteria pendataan yang sudah kami lakukan sebelumnya," katanya.

Diharapkan, bantuan itu dapat meningkatkan produktivitas dan peningkatan produksi ikan, mendukung ketahanan pangan lokal, mendongkrak pendapatan dan kesejahteraan pembudidaya serta memperkuat kapasitas kelembagaan kelompok.

Di sisi lain, menyinggung tentang produksi ikan air tawar di Kota Mataram, Leo menyebutkan, data produksi ikan budidaya triwulan pertama tahun 2026, tercatat sebanyak 72.733 kilogram.

Baca juga: Pemkot Mataram siapkan 60.000 benih nila untuk ketahanan pangan

Produksi ikan air tawar sebanyak 72.733 kilogram itu dari berbagai jenis budidaya ikan air tawar di Kota Mataram.

Dengan rincian jenis ikan nila sebanyak 46.602 kilogram, karper atau ikan mas sebanyak 1.124 kilogram, gurami 4.290 kilogram, patin 760 kilogram, lele sebanyak 13.887 kilogram dan ikan bawal sebanyak 4.870 kilogram.

"Sedangkan angka konsumsi ikan di Kota Mataram berdasarkan data terakhir tahun 2025, tercatat sebesar 55,89 kilogram per kapita per tahun," katanya menambahkan.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026