Dompu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat memacu skrining dan pelacakan kontak erat pasien tuberkulosis (TBC) untuk meningkatkan penemuan kasus dengan capaian hingga Juli 2026 sebanyak 352 kasus dari target 932 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Hj Maria Ulfah mengatakan capaian penemuan kasus tersebut baru 38,14 persen dari target yang ditetapkan pada 2026.
"Penemuan kasus positif TBC sampai dengan Juli sebanyak 352 kasus atau 38,14 persen dari target 932 kasus," katanya kepada ANTARA, Kamis.
Ia mengatakan percepatan penemuan kasus dilakukan dengan memaksimalkan pelacakan TBC pada kelompok berisiko, terutama masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.
Pelacakan kontak erat dilakukan untuk menemukan kasus sedini mungkin sehingga orang yang teridentifikasi dapat segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan sesuai standar serta mengurangi risiko penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Selain pelacakan kontak erat, Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu juga mendorong pemberian terapi pencegahan TBC, terutama bagi orang yang tinggal serumah dengan pasien.
Baca juga: Pemkab Dompu mulai kembangkan industri benang pewarna alami berbahan lokal
“Memaksimalkan tracing TBC pada kelompok berisiko, terutama kontak erat, serta pemberian terapi pencegahan TBC terutama pada kontak serumah,” ujarnya.
Maria mengatakan skrining menyasar masyarakat yang memiliki gejala mengarah pada TBC maupun mereka yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien.
Warga yang terindikasi memiliki gejala atau faktor risiko akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisi dan memperoleh penanganan sesuai standar.
Untuk memperluas jangkauan deteksi, Pemerintah Kabupaten Dompu melaksanakan skrining TBC di 40 desa dan kelurahan lokus. Kegiatan tersebut diarahkan untuk menjangkau kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi tertular TBC.
Baca juga: Pemkab Dompu menggandeng Kantor Pos salurkan BLT DBHCHT
Ia mengimbau masyarakat di wilayah sasaran memanfaatkan layanan skrining di fasilitas kesehatan, terutama apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC, seperti batuk berkepanjangan, demam, berkeringat pada malam hari, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Masyarakat yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien TBC juga diminta mengikuti pemeriksaan meskipun belum mengalami gejala.
Penguatan skrining, pelacakan kontak erat, dan terapi pencegahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan penemuan kasus sekaligus menekan risiko penularan TBC di Kabupaten Dompu.
Upaya tersebut menjadi bagian dari pengendalian TBC melalui deteksi dini, pengobatan, pelacakan kontak, dan pencegahan penularan di masyarakat.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026