Kalau ada kelompok masyarakat yang mungkin belum setuju, mari kita pikirkan bersama kalau itu demi kepentingan masyarakat yang lebih besar.
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram di Provinsi Nusa Tenggara Barat meminta masyarakat untuk kooperatif terhadap rekayasa lalu lintas yang diberlakukan guna mengurai kemacetan yang selama ini terjadi di kawasan Rembiga.
"Kebijakan itu diterapkan guna mengurai kemacetan serta mengoptimalkan kelancaran arus kendaraan di titik strategis tersebut," kata Wali Kota Mataram Mohan Roliskana saat ditemui wartawan di Mataram, Selasa.
Rekayasa lalu lintas yang diterapkan tersebut dinilai sebagai satu-satunya solusi paling efektif saat ini, untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan itu selama bertahun-tahun.
Skema rekayasa lalu lintas yang ditetapkan telah melalui proses kajian dan pertimbangan yang matang dari Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Kota Mataram, dengan melibatkan aparat Kepolisian.
Bahkan dari hasil evaluasi awal di lapangan sejak rekayasa lalu lintas dimulai sejak 10 Agustus 2026, menunjukkan adanya dampak positif terhadap kelancaran arus kendaraan dan mendapatkan respons positif dari pengguna jalan.
"Rekayasa itu sudah dipertimbangkan semuanya, karena penting untuk mengurai kemacetan di situ. Teman-teman bisa lihat sendiri setelah dilakukan rekayasa lalu lintas, arus kendaraan menjadi lebih lancar," ujar Mohan.
Sementara menanggapi adanya penolakan hingga aksi pembukaan pembatas jalan atau sarana rekayasa lalu lintas oleh kelompok masyarakat tertentu, Mohan mengimbau agar semua pihak dapat melihat kebijakan ini dari sudut pandang kepentingan publik yang lebih luas.
"Kalau ada kelompok masyarakat yang mungkin belum setuju, mari kita pikirkan bersama kalau itu demi kepentingan masyarakat yang lebih besar. Saya minta ada kesadaran dan pemahaman bersama terkait hal ini," ucap dia.
Pemerintah Kota Mataram, imbuh Mohan, tetap membuka ruang komunikasi dengan pihak-pihak terkait dinamika dan aksi penolakan di lapangan.
Akan tetapi perlu dipahami, penerapan rekayasa lalu lintas akan terus diupayakan demi kenyamanan seluruh pengguna jalan di Kota Mataram dan warga yang tinggal di daerah penyangga.
Kawasan Rembiga merupakan pintu masuk Kota Mataram dari arah utara, sehingga banyak dilalui oleh masyarakat dari Kabupaten Lombok Barat yang beraktivitas di Kota Mataram. Baik itu untuk bekerja formal dan nonformal, maupun untuk pendidikan.
"Karena itu, upaya rekayasa akan terus kami pantau karena ini satu-satunya solusi yang bisa kita lakukan untuk mengurai kemacetan. Sekali lagi, kami minta dengan sangat agar warga bisa kooperatif," pungkas Mohan.
Baca juga: Road barrier kembali dipasang, arus lalu lintas di simpang empat Rembiga lancar
Baca juga: Bongkar pembatas jalan simpang empat Rembiga, warga terancam pidana
Baca juga: Dishub Mataram evaluasi rekayasa lalu lintas simpang Rembiga
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026