Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat arus barang masuk melalui angkutan laut pada Juli 2026 melonjak 37,95 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS NTB Wahyudin di Mataram, Selasa, mengatakan volume barang yang masuk sebanyak 285.847 ton dari bulan sebelumnya berjumlah 207.205 ton.
"Secara year on year juga ada kenaikan sekitar 9,33 persen dari 261.443 ton menjadi 285.847 ton," ujar dia.
Wahyudin mengatakan semen menjadi barang dengan volume terbesar yang masuk melalui pelabuhan di Nusa Tenggara Barat pada Juli 2026 dengan berat mencapai 117.127 ton.
Komoditas yang masuk melalui angkutan laut dalam jumlah besar lainnya adalah pupuk sebanyak 32.857 ton, bahan bakar minyak sebanyak 32.673 ton, dan pasir sebanyak 15.197 ton.
Data BPS menyebutkan peningkatan arus barang yang masuk ke wilayah Nusa Tenggara Barat tidak diikuti oleh kenaikan volume barang yang dikirim ke luar daerah.
Volume barang yang dimuat melalui angkutan laut pada Juli 2026 hanya sebanyak 200.943 ton atau turun 27,62 persen dibandingkan Juni yang mencapai 268.770 ton.
Komoditas barang dengan volume terbesar yang dikirim keluar NTB melalui angkutan laut adalah jagung sebanyak 84.830 ton, kemudian disusul asam sulfat 81.598 ton, general cargo 25.786 ton, dan beras 3.835 ton.
Bahkan, volume barang yang dimuat secara tahunan juga turun 20,87 persen dibandingkan Juli 2025 yang mencapai 253.925 ton.
Baca juga: Inflasi NTB naik signifikan pada angka 4,03 persen pada Agustus
"Penurunan tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya volume jagung dan bawang merah yang dimuat. Penurunan tertinggi terjadi di Pelabuhan Badas, Bima, Calabai, Kempo dan Sape," kata Wahyudin.
Lebih lanjut dia menyampaikan jumlah penumpang yang datang melalui angkutan kapal laut pada Juli 2026 mencapai 123.962 orang atau naik 26,52 persen dibandingkan Juni 2026.
Baca juga: Inflasi NTB naik signifikan sentuh angka 4,03 persen pada Agustus 2026
Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat melalui angkutan laut mencapai sekitar 121 ribu orang atau meningkat 23,57 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan naik 6,59 persen secara tahunan.
"Peningkatan penumpang tertinggi terjadi di Pelabuhan Pemenang dan Labuan Lombok," pungkas Wahyudin.
Pewarta : Sugiharto Purnama dan Abdul Hanan
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026