Status kekeringan Lombok Tengah saat ini masih siaga.

Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan pihaknya telah menetapkan status siaga darurat kekeringan menjelang puncak musim kemarau 2026.

"Status kekeringan Lombok Tengah saat ini masih siaga," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah Ridwan Ma’ruf di Lombok Tengah, Rabu.

Ia mengatakan bahwa dengan kondisi kekeringan yang terjadi saat ini masyarakat mulai banyak meminta air bersih, namun pihaknya memastikan masih belum masuk darurat tapi masih sebatas siaga darurat kekeringan.

"Meski banyak yang meminta air bersih, namun tidak seperti tahun lalu yang jumlah masyarakat meminta air bersih yang tinggi," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan data sementara, saat ini yang sudah terdampak kekeringan sekitar lima Kecamatan di antaranya di Kecamatan Praya Timur, Jonggat, Praya Barat, Praya Barat Daya.

"Ada beberapa Desa di Kecamatan lainnya juga meminta air bersih ke kami, tapi yang paling parah dan banyak meminta bantuan air bersih memang di Kecamatan Praya Timur dan Jonggat,” katanya.

Ia mengatakan masyarakat banyak meminta untuk suplai air bersih tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tapi ada juga yang meminta untuk kebutuhan pesta pernikahan dan acara lainnya. Dari BPBD memastikan tetap menyuplai air bersih kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan yang ada.

“Sekarang ini sudah sekitar 75 tangki sudah kami suplai dan kalau melihat tren pada bulan yang sama dengan tahun yang berbeda, memang tahun ini permintaan air bersih jauh menurun karena kalau tahun lalu di bulan yang sama dengan tahun ini sudah sampai ratusan tangki,” katanya.

Ia juga memastikan bahwa ketersediaan air bersih bagi masyarakat tetap aman dan BPBD siap menyuplai setiap permintaan masyarakat.

Baca juga: BMKG menjelaskan fenomena kemunculan awan tebal saat siang di Mataram

Baca juga: Gunung Rinjani buka pendakian secara terbatas mulai 1 September 2026

Baca juga: BMKG menetapkan sembilan daerah berstatus awas kekeringan di NTB



Pewarta :
Editor: Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026