Keberadaan dua titik sumur bor ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan akses air bersih.

Mataram (ANTARA) - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) membangun dua sumur bor di daerah rawan kekeringan di Kota Bima untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih.

Kepala Polres Bima Kota AKBP Mubiarto di Bima, Rabu, menerangkan bahwa pembangunan dua sumur bor tersebut berada di Polsek Rasanae Barat dan Polsek Sape yang masih dalam wilayah hukum Polres Bima Kota.

"Keberadaan dua titik sumur bor ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan akses air bersih," katanya.

Ia menyampaikan bahwa penyediaan sumur bor sebagai bagian dari program skala nasional tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut dia, penyediaan sumur bor tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam membantu masyarakat yang berada di wilayah rawan kekeringan dan mengalami kesulitan air bersih.

"Kehadiran fasilitas air bersih diharapkan tidak hanya mendukung kebutuhan masyarakat sehari-hari, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi kondisi kekeringan yang kerap terjadi pada musim kemarau," ujarnya.

Dalam pelaksanaan program tersebut, Kepala Biro Logistik Polda NTB Kombes Pol. Sapto Priyono meninjau langsung lokasi pengeboran sumur bor untuk mengecek perkembangan pekerjaan.

Dalam pengecekan tersebut, Kombes Sapto turut memastikan pekerjaan sesuai perencanaan, yakni penggunaan mesin pompa air dalam penyediaan air bersih.

Lebih lanjut, Kapolres menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung setiap program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk penyediaan sarana air bersih di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.

"Diharapkan setelah pekerjaan selesai dan fasilitas dapat dioperasionalkan, keberadaan sumur bor ini mampu membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus meringankan dampak kekeringan di wilayah Kota Bima," ucapnya.

Baca juga: BMKG menjelaskan fenomena kemunculan awan tebal saat siang di Mataram

Baca juga: Gunung Rinjani buka pendakian secara terbatas mulai 1 September 2026

Baca juga: BMKG menetapkan sembilan daerah berstatus awas kekeringan di NTB



Pewarta :
Editor: Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026