Lombok Tengah (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat berkolaborasi dengan Chili Community House melaksanakan kegiatan penguatan dan berbagi ilmu parenting (pola asuh) bagi para ibu dan anak korban kebakaran kampung Adat Sade Desa Rambitan.

"Kegiatan ini menjadi ruang untuk memberikan dukungan, pendampingan, sekaligus penguatan bagi keluarga yang terdampak musibah kebakaran," kata Ketua PKK Kabupaten Lombok Tengah Hj Baiq Nurul Aini Pathul Bahri di Lombok Tengah, Rabu.

Ia mengatakan melalui kegiatan ini para ibu diajak untuk saling berbagi cerita dan pengalaman dalam mendampingi anak, terutama dalam menghadapi kondisi pascakebakaran.

"Pendekatan yang dilakukan tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga membangun kembali rasa percaya diri dan semangat para ibu agar tetap mampu menjadi pendamping terbaik bagi tumbuh kembang anak-anak mereka," katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan edukasi kepada para ibu mengenai pentingnya menerapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam kehidupan sehari-hari.

"Kebiasaan tersebut diharapkan dapat mulai ditanamkan sejak dini melalui lingkungan keluarga, sehingga anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, disiplin, mandiri, berkarakter, dan memiliki semangat untuk belajar serta berkembang," katanya.

Baca juga: GOW Sumbawa Barat menyerukan penguatan pola asuh anak

Para ibu juga diajak untuk menjadikan keluarga sebagai tempat pertama dan utama dalam membentuk karakter anak. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, disertai keteladanan orang tua, diyakini mampu memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan sikap dan perilaku anak.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum berbagi ilmu, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan dukungan nyata kepada keluarga korban kebakaran Dusun Sade.

"Dengan semangat duduk bersama, saling mendengar dan tumbuh bersama, para ibu dan anak diharapkan dapat bangkit, kembali bersemangat, serta melangkah bersama menuju masa depan yang lebih baik," katanya.

Baca juga: Mewaspadai perilaku kekerasan anak dari pola asuh

Sebelumnya, pada 22 Agustus 2026 ratusan bangunan rumah adat yang dibuat dari kayu, bambu dan ilalang ludes terbakar, sehingga semua barang berharga milik warga tidak bisa diselamatkan.

Namun, dalam peristiwa kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, namun sebagian harta benda milik warga seperti kain tenun, pakaian, peralatan dapur, uang, emas dan handphone tidak bisa diselamatkan.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026