Masyarakat bisa mendapatkan harga kebutuhan pokok lebih murah dibandingkan harga pasar.

Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), melaksanakan program Kolaborasi Operasi Pasar Keliling (Kopling) untuk menyediakan bahan pokok dengan harga lebih murah selama bulan Maulid Nabi 1448 Hijriah/2026.

Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Kamis, mengatakan program Kopling dijadwalkan berlangsung mulai 3 sampai 16 September 2026.

"Kopling kami laksanakan pada 10 kelurahan padat penduduk dan akan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW," katanya.

Sebanyak 10 kelurahan lokasi pelaksanaan Kopling tersebut meliputi, Kamis (3/9), dilaksanakan di Kelurahan Pagesangan Timur, hari berikutnya di Kelurahan Dayan Pekan, Abian Tubuh, Monjok, Sapta Marga, Pagesangan Timur, Turida, Lingkungan Mapak dan Geguntur, Kelurahan Jempong Baru, dan terakhir di Kelurahan Bertais pada Rabu (16/9).

Sri mengatakan berdasarkan pantauan pelaksanaan Kopling hari pertama di Kelurahan Pagesangan Timur, antusias masyarakat cukup tinggi. Empat bahan pokok yang menjadi incaran warga adalah beras dengan stok sekitar satu ton, minyak goreng merek MinyaKita, gula, dan telur.

"Dalam waktu kurang dua jam, empat bahan pokok tersebut habis terjual sebab rata-rata selisih harga di Kopling dengan di pasar bisa mencapai Rp1.000 hingga Rp5.000," katanya.

Selain kebutuhan pokok itu, di Kopling juga menjual berbagai komoditas pertanian seperti cabai rawit, cabai merah besar, cabai merah keriting, bawang merah, bawang putih, tomat, dan lainnya, dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Tradisi di Kota Mataram, selama bulan Maulid warga di Kota Mataram secara bergantian merayakan Maulid dengan acara silaturahmi, doa, zikir, dan ditutup dengan makan-makan dalam porsi besar.

Sehingga, kegiatan Kopling sampai bulan Maulid berakhir di Kota Mataram dinilai sangat membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

"Kondisi itulah yang menjadi alasan kuat kami menggelar Kopling sebagai upaya mendekatkan layanan serta mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok melalui kelurahan," katanya.

Sebelumnya, menjelang masuknya bulan Maulid Nabi, Disdag juga sudah menggelar kegiatan pasar rakyat atau pasar murah di enam kecamatan dengan melibatkan sekitar 35 distributor. Namun, karena kegiatan itu dinilai belum mengakomodasi kelurahan, maka Kopling digelar untuk menjangkau warga di tingkat kelurahan.

Dalam pelaksananya, Disdag Kota Mataram berkolaborasi dengan pihak terkait misalnya Bank Indonesia, Bulog, Dinas Pertanian, distributor, dan pihak terkait lainnya untuk melibatkan binaan-binaan mereka dalam Kopling.

"Dengan demikian, masyarakat bisa mendapatkan harga kebutuhan pokok lebih murah dibandingkan harga pasar, selain itu Kopling juga mendekatkan layanan ke masyarakat," katanya.

Baca juga: Mataram pastikan stok komoditas pertanian aman selama musim kemarau

Baca juga: TPID Mataram pantau ketersediaan bahan pangan di pasar tradisional

Baca juga: Wali Kota Mataram minta warga kooperatif atas rekayasa lalu lintas di Rembiga



Pewarta :
Editor: Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026