Bima (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, menyalurkan sebanyak 175.000 liter air bersih untuk membantu warga yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah hingga akhir Agustus 2026.

"Penyaluran bantuan air bersih dilakukan untuk masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih akibat kekeringan dan cuaca panas saat musim kemarau," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima Abdul Muis saat dihubungi, Kamis.

BPBD mencatat 27.943 jiwa atau 9.040 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan yang tersebar di 15 kecamatan dan 44 desa hingga akhir Agustus 2026.

Abdul Muis mengatakan kekeringan mulai berdampak langsung terhadap ketersediaan air bersih masyarakat sehingga membutuhkan penanganan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.

Dia menambahkan, distribusi air bersih tersebut telah menjangkau Desa Talabiu, Kecamatan Woha, sebanyak 25.000 liter, Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, sebanyak 20.000 liter, serta sejumlah wilayah di Kecamatan Palibelo, Monta, Soromandi, Donggo, dan wilayah terdampak lainnya.

Untuk penyaluran terbaru, BPBD mendistribusikan 10.000 liter atau dua rit air bersih ke RT 001 dan RT 002 Desa Waduwani untuk memenuhi kebutuhan 135 KK atau 427 jiwa.

Baca juga: Pemkab Lombok Tengah tetapkan status siaga darurat kekeringan

Sementara di Kecamatan Bolo, bantuan air bersih disalurkan ke Dusun Muku, Desa Sanolo, sebanyak 5.000 liter atau satu rit untuk memenuhi kebutuhan 41 KK atau 122 jiwa.

"Dengan demikian, sebanyak 549 jiwa di dua desa telah menerima bantuan air bersih akibat kesulitan air selama musim kemarau," ujarnya.

Abdul Muis mengatakan kebutuhan mendesak di wilayah terdampak saat ini adalah tandon untuk menampung air yang disalurkan kepada masyarakat.

"Kebutuhan yang mendesak saat ini adalah tandon," katanya.

Baca juga: BPBD NTB siapkan rekonstruksi tangguh bencana untuk Dusun Adat Sade

Menurut dia, BPBD bersama pemerintah daerah terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta perangkat daerah terkait untuk menjaga kesinambungan penyaluran air bersih kepada masyarakat terdampak.

Ia mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak, efektif, dan efisien selama musim kemarau masih berlangsung.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026