"Informasi dari responden menjadi bagian penting bagi Bank Indonesia untuk memantau kondisi ekonomi secara langsung di lapangan,"
Kota Mataram (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Barat (BI NTB) memanfaatkan data dan informasi dari responden dunia usaha serta masyarakat untuk memperkuat asesmen perkembangan ekonomi dan mendukung perumusan rekomendasi kebijakan, termasuk menjaga stabilitas inflasi di daerah.
Kepala Kantor Perwakilan BI NTB Hario Kartiko Pamungkas mengatakan informasi dari responden menjadi bagian penting dalam memantau kondisi ekonomi secara langsung di lapangan, terutama terkait aktivitas usaha, perkembangan harga, permintaan dan penawaran.
"Informasi dari responden menjadi bagian penting bagi Bank Indonesia untuk memantau kondisi ekonomi secara langsung di lapangan," katanya dalam kegiatan Temu Responden di Gedung Serbaguna KPw BI Provinsi NTB, Mataram, Jumat.
Ia menjelaskan informasi yang dihimpun dari responden memberikan gambaran mengenai perubahan aktivitas usaha, perkembangan harga, kondisi permintaan dan penawaran, serta berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi inflasi di daerah.
Responden dalam pemantauan BI berasal dari berbagai sektor, antara lain dunia usaha, perdagangan eceran, konsumen, dan pelaku usaha lainnya.
Data dan informasi tersebut kemudian menjadi salah satu bahan dalam penyusunan asesmen ekonomi Bank Indonesia, pemberian rekomendasi kepada pemerintah daerah, serta penyediaan informasi mengenai perkembangan ekonomi kepada masyarakat.
Menurut Hario, pemanfaatan data responden juga membantu Bank Indonesia memahami kondisi ekonomi secara lebih dekat dengan perkembangan aktual di lapangan, termasuk tantangan yang dihadapi dunia usaha.
Selain penguatan pemantauan ekonomi dan inflasi, kegiatan tersebut juga mendorong dunia usaha di NTB untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), guna meningkatkan efisiensi dan daya saing.
Tema "Adaptasi dan Pertumbuhan Dunia Usaha di Era Kecerdasan Artifisial" menjadi salah satu bahasan dalam kegiatan tersebut dengan menghadirkan tiga narasumber dari berbagai perspektif, termasuk dunia usaha dan sektor pertanian.
Narasumber Nur Aida Arifah Tara mengatakan perkembangan teknologi berlangsung cepat dan telah mengubah berbagai aktivitas, termasuk cara dunia usaha menjalankan kegiatan operasional.
"Teknologi berkembang sangat cepat. Dunia usaha harus mampu beradaptasi agar tidak tertinggal," katanya.
Ia menjelaskan pemanfaatan AI tidak terbatas pada aplikasi percakapan seperti ChatGPT, tetapi telah berkembang menjadi berbagai teknologi yang dapat membantu pekerjaan, mengolah informasi, menganalisis data, dan meningkatkan produktivitas.
Pelaku usaha, menurut dia, perlu memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut secara bijak dengan tetap memperhatikan risiko dan keterbatasannya.
Sementara itu, Cigas Taufan Arvyanto membahas pemanfaatan AI untuk meningkatkan efisiensi, mendukung pertumbuhan, dan memperluas pasar dunia usaha.
Ia mengatakan teknologi dapat membantu mengurangi pekerjaan manual yang bersifat berulang sehingga waktu dan sumber daya pelaku usaha dapat dialihkan untuk kegiatan yang lebih produktif.
Pemanfaatan teknologi juga perlu didukung integrasi dan pengelolaan data yang baik agar memberikan manfaat lebih besar bagi dunia usaha. Kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai penting untuk membangun ekosistem teknologi sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
Narasumber lainnya, Andrew Soeherman, membahas potensi pemanfaatan AI di sektor pertanian untuk membantu petani memperoleh informasi, memantau kondisi tanaman, mengolah data, serta mendukung pengambilan keputusan dalam kegiatan usaha tani.
Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kemampuan pelaku usaha menghadapi perubahan dan tantangan ekonomi.
Melalui penguatan pemanfaatan data ekonomi dan adaptasi teknologi, dunia usaha di NTB diharapkan semakin mampu meningkatkan kapasitas, efisiensi, dan daya saing dalam menghadapi dinamika ekonomi.
Baca juga: BI menekankan stabilitas dorong investasi dalam pertemuan G20 FMCBG
Baca juga: Bank Indonesia dan pemerintah perkuat strategi pengendalian inflasi pangan
Baca juga: Penetapan Destry jadi Gubernur BI bukti kepemimpinan perempuan
Pewarta : Ady Ardiansah, Haerunnisa & mahasiswa PKL UIN Mataram
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026