Mataram (ANTARA) - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat menyelidiki penyebab kematian tiga orang warga diduga penambang di kawasan tambang emas rakyat Lawang Tua, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (5/9).
Kepala Polda NTB Inspektur Jenderal Polisi Kalingga Rendra Raharja di Mataram, Senin, menerangkan bahwa penyelidikan ini untuk mengetahui secara pasti penyebab dan kronologi meninggalnya korban.
"Dalam penyelidikan ini, kami sudah bentuk tim investigasi. Mereka sudah melakukan olah TKP dan melakukan langkah-langkah lainnya, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut," katanya.
Oleh karena itu, Kapolda menegaskan bahwa penyebab meninggalnya tiga orang penambang tersebut belum dapat terungkap sebelum ada hasil penyelidikan tim investigasi.
"Jadi, untuk penyebab pasti meninggalnya korban masih dalam proses pendalaman," ujarnya.
Baca juga: Polda NTB bangun sumur bor pada daerah kering Kota Bima
Apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya dugaan tindak pidana, Kapolda memastikan pihaknya akan melakukan penanganan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Kapolda mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian.
Baca juga: Wabup Sumbawa Ansori meminta pengawasan tambang rakyat diperketat
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan informasi kepada petugas apabila mengetahui adanya fakta yang berkaitan dengan kejadian tersebut," ucapnya.
Pascakejadian, Polres Sumbawa yang turut melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) telah memasang garis polisi di sekitar lokasi dan menutup sementara aktivitas penambangan.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026