Sumbawa (ANTARA) - Polres Sumbawa memastikan warga negara asing (WNA) asal China yang berada di lokasi tambang emas di Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), hanya berstatus teknisi, bukan pengelola pertambangan.
Kasi Humas Polres Sumbawa Iptu Zainal Arifin mengatakan pengelola kegiatan pertambangan di lokasi tersebut dilakukan oleh warga negara Indonesia (WNI).
“WNA China yang berada di lokasi itu bukan pengelola, melainkan teknisi. Pengelolanya semua WNI,” katanya saat dikonfirmasi ANTARA, Senin.
Zainal mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menginventarisasi jumlah WNA yang berada di lokasi pertambangan tersebut.
Ia mengatakan pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas pertambangan dimintai pertanggungjawaban akan diperiksa serta didalami oleh pihak kepolisian.
Sebelumnya, peristiwa longsor di lokasi tambang emas tersebut terjadi pada Sabtu (5/9) malam sekitar pukul 21.30 Wita menimbulkan korban tiga orang meninggal dunia serta enam lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan keterangan saksi, saat kejadian para korban sedang mengambil material di bawah tebing. Diduga aktivitas pertambangan di bagian atas tebing menyebabkan batuan longsor dan menimpa para pekerja yang berada di bawahnya.
Baca juga: Polda NTB menyelidiki kematian tiga warga di tambang rakyat Lantung
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksandi) Kabupaten Sumbawa, Hasanuddin mengatakan keterlibatan WNA dalam aktivitas pertambangan tersebut masih diinventarisasi oleh pihak terkait.
“Untuk keterlibatan WNA masih coba diinventarisasi oleh pihak terkait,” katanya.
Baca juga: Bupati Sumbawa ungkap tambang Lawang Tua tak memiliki izin
Ia mengatakan aktivitas pertambangan di lokasi tersebut telah dihentikan dan kawasan kejadian telah dipasangi garis polisi.
“Untuk saat ini sudah dihentikan dan dipasang police line,” ujarnya.
Kepolisian memasang garis polisi di lokasi kejadian dan mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, antara lain pakaian korban, jeriken, alas kaki, topi, serta peralatan pertambangan berupa linggis dan palu.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026