Mataram (ANTARA) - Bupati Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat Najmul Akhyar menegaskan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Amerta Dayan Gunung siap memasok 70 meter kubik air ke Gili Trawangan guna memenuhi kebutuhan warga di wilayah setempat.
"Pasokan air ini dilakukan secara berkala sembari menuntaskan persoalan penataan regulasi di pemerintah pusat," kata Najmul di Mataram, Senin.
Ia mengatakan selain memasok air, Pemerintah Lombok Utara juga mendukung wacana pembentukan badan otoritas untuk mengelola kawasan tiga Gili demi mempermudah berbagai proses perizinan dan tata kelola.
Najmul menyatakan pemerintah saat ini sudah memproses pembentukan wilayah tiga Gili (Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air) menjadi satu wilayah kecamatan tersendiri.
"Sekarang ini rencana kita dari pemerintah kabupaten itu membuat tiga gili ini menjadi satu kecamatan dulu. Itu sedang berjalan regulasi-nya," terang Najmul.
Sembari menunggu regulasi jangka panjang dan penataan izin tuntas, Pemkab Lombok Utara menyerahkan tanggung jawab penuh pemenuhan suplai air bersih bagi warga masyarakat setempat kepada PDAM.
"Jadi, nanti PDAM yang bertanggung jawab. PDAM yang juga mengalirkan air," tegasnya.
Baca juga: Air PDAM Lombok Tengah sudah kembali jernih
Menurutnya, berdasarkan pendataan di lapangan, kebutuhan air bersih bagi warga di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 60 hingga 70 meter kubik per hari untuk melayani sekitar 600 Kepala Keluarga (KK). Pasokan air dari PDAM ini pun dilaporkan sudah mulai dialirkan ke pemukiman warga.
Terkait anggaran operasional penyaluran air tersebut, Najmul menjelaskan untuk sementara waktu ditanggung melalui skema internal kebijakan PDAM.
"Sementara dari PDAM dulu. Karena kalau PDAM kan tidak masuk di Pemda. Jadi, kebijakannya PDAM dulu, mudah-mudahan ya," katanya.
Baca juga: Bupati Lombok Timur meminta PDAM rumuskan mitigasi dampak El Nino
Untuk suplai air bersih dari PDAM kepada warga, lanjut Najmul, di tahap awal ada kemungkinan di gratiskan sebelum nantinya disesuaikan kembali dengan regulasi resmi.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara bersama Pemerintah Provinsi NTB memutuskan untuk kembali mengeluarkan diskresi kepada penyuplai air dari PT Tiara Cipta Nirwana (TCN) untuk tetap mengalirkan air di Gili Trawangan.
"Kami minta keran airnya dibuka sembari PT TCN mendapat perizinan dari pusat," katanya.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026