"Jadi, kami melakukan penyelidikan ini atas informasi berupa video yang tersebar di media sosial. Belum ada laporan,"
Mataram (ANTARA) - Kepolisian Resor Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, menyelidiki dugaan aksi intimidasi sejumlah warga terhadap warga negara asing (WNA) di kawasan Pelabuhan Bangsal.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Utara Iptu I Komang Wilandra melalui sambungan telepon, Selasa, menerangkan bahwa pihaknya menyelidiki persoalan ini atas tindak lanjut informasi yang tersebar luas di media sosial.
"Jadi, kami melakukan penyelidikan ini atas informasi berupa video yang tersebar di media sosial. Belum ada laporan," katanya.
Dalam rangkaian penyelidikan, Wilandra menegaskan bahwa dirinya telah berkoordinasi langsung dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Pemenang.
"Ini baru balik dari Pemenang. Saya sudah mengoordinasikan persoalan ini dengan Kapolsek," ucapnya.
Selain koordinasi, Wilandra turut mengerahkan Tim Puma Polres Lombok Utara sebagai bagian dari peran penindakan kasus kejahatan dan kekerasan untuk menyelidiki secara langsung di Pelabuhan Bangsal.
"Tujuannya, kami mengerahkan tim Puma ini untuk mengantisipasi dan menelusuri aksi-aksi tersebut. Tentunya tim Puma di lapangan melakukan penyelidikan tertutup," ujarnya.
WNA yang mengaku mendapatkan intimidasi dari warga tersebut memberikan informasi kepada media melalui pesan tertulis via email.
Dalam redaksi yang dikirim, mereka menceritakan perihal peristiwa yang dialami pada Minggu (6/9), ketika hendak beranjak pergi dari kawasan Pelabuhan Bangsal.
Mereka mengatakan bahwa ada sekitar tiga hingga lima warga yang berupaya menghalang-halangi ketika hendak pergi menggunakan taksi atau sarana transportasi umum.
Sejumlah warga tersebut memaksa kedua WNA untuk tidak menggunakan taksi pesanan, melainkan harus menggunakan jasa transportasi dari mereka di Pelabuhan Bangsal.
"Akhirnya, para pria itu mengatakan bahwa jika kami tidak menggunakan jasa transportasi mereka, kami harus membayar sejumlah uang agar diizinkan pergi. Kami terpaksa membayar Rp150 ribu sebelum mereka akhirnya membiarkan kami pergi," katanya dalam narasi email.
Dalam kiriman email, WNA tersebut turut mencantumkan sejumlah video yang memperlihatkan aksi warga tersebut.
Baca juga: Polres Lombok Utara rampungkan berkas korupsi Desa Akar-akar
Baca juga: Polres Lomut lengkapi berkas korupsi dana Desa Akar-akar
Baca juga: Polres Lombok Utara mengungkap pencurian di 22 gerai Alfamart
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026