PLN sudah melapor ke Pak Gubernur bahwa di NTBĀ ada potensi listrik EBT dari tenaga surya, dan angin dengan kapasitas 1,73 gigawatt.
Mataram, NTB (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengungkapkan sedikitnya enam pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU berskala kecil berpotensi dikonversi menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) guna mendukung transisi energi fosil menuju energi baru terbarukan (EBT).
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB Samsudin mengatakan rencana konversi PLTU menjadi PLTS ini dilaporkan PLN dalam pertemuan bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
"Tadi, PLN sudah melapor ke Pak Gubernur bahwa di NTB ada potensi listrik EBT dari tenaga surya, dan angin dengan kapasitas 1,73 gigawatt (GW)," ujarnya di Kantor Gubernur NTB di Mataram, NTB, Selasa.
Ia mengakui angka potensi EBT itu berpeluang bertambah seiring rencana pengalihan dari PLTU berbahan bakar batu bara ke PLTS.
"Ini sudah diidentifikasi oleh PLN," kata Samsudin.
Baca juga: PLN-Unram merancang jaringan listrik bawah tanah di Kampung Adat Sade
Samsudin menyebutkan rencana konversi energi itu tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Beberapa lokasi yang diidentifikasi itu antara lain PLTU Paokmotong, PLTU Ampenan, PLTU Baok Botok, PLTU Bima, dan PLTU Dompu.
Langkah konversi ini, kata dia, diprioritaskan pada pembangkit skala kecil dan tidak mencakup PLTU skala besar seperti Jeranjang.
Meski demikian, seluruh tahapan konversi saat ini masih dalam proses pengkajian teknis.
"Yang diubah ini PLTU kecil bukan PLTU besar seperti Jeranjang di Lombok Barat, tapi kapan transisi energi ini bisa dilakukan kami belum tahu," terangnya.
Baca juga: PLTS 100 GWp diluncurkan, PLN dukung akselerasi pengembangan EBT
Ia menilai peralihan ke energi bersih ini krusial untuk menunjang posisi NTB sebagai destinasi wisata hijau yang berkelanjutan.
Penggunaan energi fosil berisiko memicu kerusakan lingkungan permanen, sementara pemanfaatan energi matahari menawarkan energi yang ramah lingkungan.
Untuk merealisasikan proyek EBT yang mencakup tenaga surya, angin, hingga panas bumi, Pemprov NTB mendorong skema kolaborasi antara PLN dan investor melalui skema pengembang listrik swasta atau independent power producer (IPP).
Meski demikian, tantangan utama yang dihadapi saat ini berpusat pada ketersediaan lahan.
Baca juga: DEN sebut nuklir berpotensi jadi "kuda hitam" mempercepat dekarboninasi
"Jadi, PLN tidak bisa sendirian harus ada kerja sama dengan menggandeng investor," ujar Samsudin.
Lebih lanjut, Pemprov NTB bersama PLN dan pemerintah kabupaten dijadwalkan ke lapangan untuk memetakan secara pasti lokasi potensialnya.
"Kami akan turun bersama para bupati untuk mengidentifikasi lahan yang dapat dimanfaatkan. Pemerintah menyiapkan skema pembebasan lahan yang adil agar proses investasi berjalan lancar tanpa merugikan masyarakat," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Enam PLTU skala kecil di NTB dikonversi ke PLTS
Pewarta : Khansa dan Topan
Editor:
Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026