Jakarta (ANTARA) - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG menyampaikan berbagai program strategis pemerintah seperti Sekolah Rakyat hingga pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall (GSW) menjadi penggerak permintaan semen.

"Kami optimistis bahwa industri semen akan memiliki prospek yang positif. Ini karena didukung oleh program-program pemerintah yang menjadi penggerak untuk permintaan semen," ujar Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra dalam konferensi pers Public Expose Live 2026 di Jakarta, Selasa.

Arif, sapaan akrabnya, memaparkan bahwa saat ini program pemerintah yang sudah berjalan adalah program tiga juta rumah, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, serta Sekolah Rakyat.

Selain itu, tutur dia, pembangunan Giant Sea Wall juga direncanakan untuk dimulai pada tahun ini.

"Kemudian, didukung juga oleh investasi industri dan hilirisasi, serta pembangunan oleh sektor swasta yang meliputi area residensial, komersial area, dan data center," kata Arif.

Seluruh pembangunan tersebut diyakini oleh Arif akan mendorong pertumbuhan industri semen nasional. Arif juga menyampaikan operasional Semen Indonesia juga didukung oleh jaringan distribusi yang luas di seluruh Indonesia dan menjangkau daerah-daerah terpencil.

Pada semester I 2026, SIG membukukan volume penjualan 18,28 juta ton dengan pendapatan sebesar 17,65 triliun. Volume penjualan tersebut naik 5,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 17,31 juta ton.

Baca juga: SIG mengajak relawan bakti BUMN 2026 mengkuatkan ekosistem pesisir Probolinggo

Data perusahaan menunjukkan penjualan domestik pada periode tersebut tumbuh 9,7 persen secara tahunan, terutama ditopang segmen semen kantong yang naik 11,2 persen.

SIG sebelumnya telah melunasi Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2022 Seri A pada November 2025 dan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2019 Seri B pada Mei 2026.

Baca juga: SIG mengoptimalkan produksi demi jaga pasokan semen Aceh tetap stabil

SIG juga mencatat kewajiban keuangan perseroan berkurang sebesar Rp2,3 triliun selama Januari hingga Juli 2026. Perusahaan menyebut kondisi tersebut turut menurunkan liabilitas berbunga dan beban keuangan.

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026