Mataram (ANTARA) - Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, jumlah pemotongan sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Mataram mengalami kenaikan hingga sekitar 50 persen selama bulan Maulid Nabi 1448 Hijriah.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram Lalu Hapiluddin di Mataram, Rabu, mengatakan, dalam kondisi normal pemotongan sapi di dua RTH di Kota Mataram sekitar 30-35 ekor per hari.
"Tapi selama bulan Maulid Nabi, meningkat hingga 55-60 ekor per hari," katanya.
Dikatakan, pemotongan sapi yang mengalami peningkatan yang cukup signifikan itu terjadi seiring tingginya permintaan masyarakat untuk merayakan tradisi Maulid.
Peningkatan permintaan dipicu tradisi perayaan Maulid Nabi di berbagai lingkungan di Kota Mataram yang diselenggarakan secara besar-besaran dan daging sapi menjadi menu utama selain daging ayam.
Tingginya permintaan di tingkat konsumen, tentu memicu penyesuaian harga di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Mandalika dan Pasar Pagesangan.
Baca juga: DistanMataram: realisasi retribusi peternakan capai 75 persen
Di Pasar Mandalika, kata Hapiludin yang baru turun melakukan pengecekan harga dan stok, harga daging sapi kualitas kelas satu berada di kisaran Rp150.000 per kilogram.
Namun di Pasar Kebon Roek harga daging sapi tercatat Rp170.000, sedangkan di Pasar Pagesangan harga daging sapi kelas satu menyentuh angka Rp180.000 per kilogram.
"Harga di Pasar Mandalika, lebih murah kemungkinan karena merupakan pasar induk," katanya.
Baca juga: Mataram segera koordinasikan harga sapi antisipasi jagal mogok
Kenaikan harga daging sapi itu, murni karena tingginya permintaan selama momen Maulid Nabi, sedangkan untuk stok sejauh ini tidak ada kendala sebab pasokan sapi potong dari Pulau Sumbawa tetap tersedia.
Karena itu, pihaknya optimistis harga daging sapi akan kembali normal setelah bulan Maulid berakhir.
"Insya Allah, minggu depan setelah bulan Maulid berakhir harga daging sapi kembali normal seiring dengan penurunan permintaan," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026