Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa tenggara Barat, menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat penanganan kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) guna mencegah timbulnya gejala klinis rabies, serta memutus mata rantai penularan virus.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram Lalu Hapiluddin di Mataram, Rabu, mengatakan, berdasarkan laporan dari beberapa puskesmas, tercatat adanya belasan kasus gigitan hewan yang dialami warga, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

"Kendati ada laporan sekitar 15 kasus gigitan, tapi seluruh korban dipastikan telah mendapatkan penanganan medis dan vaksinasi, serta hasil pemeriksaan dinyatakan negatif rabies," katanya.

Untuk mengoptimalkan penanganan rabies di Kota Mataram, pihaknya menyiapkan rapat koordinasi (rakor) bersama pihak terkait seperti Dinas Kesehatan, 11 puskesmas se-Kota Mataram, dan pihak kelurahan sekitar bulan Oktober 2026.

Rakor itu bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor agar penanganan kasus gigitan dapat dilakukan secara terpadu. Misalnya, puskesmas berfokus pada penanganan korban manusia, sementara Dinas Pertanian melalui tim di Peternakan menangani hewan penularnya.

Langkah responsif tersebut diharapkan dapat mempertahankan status wilayah yang hingga kini tetap aman dari penularan rabies, sekaligus memastikan ketersediaan data yang valid serta kesiapan operasional penanganan rabies di ke depan.

"Meski Mataram masih nol kasus rabies, tapi kita harus tetap waspada sebab banyaknya temuan kasus di Pulau Sumbawa," katanya.

Sebelumnya, tambah Hapiludin, untuk mengantisipasi penyebaran virus rabies, pihaknya telah melaksanakan kegiatan vaksinasi rabies gratis di empat kelurahan yang dinilai memiliki populasi hewan penular rabies lebih banyak dibandingkan dengan kelurahan lain.

Baca juga: Distan Mataram imbau warga tak panik hadapi fluktuasi harga daging ayam

Empat kelurahan itu meliputi Kelurahan Mataram Barat, Kelurahan Karang Taliwang, Kelurahan Cilinaya, dan Kelurahan Cakra Timur. Kegiatan vaksinasi dilaksanakan tanggal 26-27 Agustus dan tanggal 1 September 2026, dengan menyasar sebanyak 130 ekor anjing.

"Kami telah merealisasikan 130 dosis vaksin rabies gratis, dan program ini akan terus dilanjutkan. Untuk memperluas jangkauan, kami juga telah mengusulkan penambahan 500 dosis melalui APBD Perubahan 2026," katanya.

Baca juga: Distan Mataram mengusulkan pengadaan vaksin 500 dosis antirabies

Di samping itu, selain empat kelurahan tersebut, masih ada beberapa wilayah lain yang menjadi prioritas pelaksanaan vaksinasi lanjutan, seperti Kelurahan Pagutan dan Kelurahan Pagesangan.

"Sebelum kembali melaksanakan vaksinasi, kami akan menggelar rapat koordinasi untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen pencegahan bersama pihak terkait," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026