Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal melepas 56 kafilah setempat untuk mengikuti kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional yang berlangsung pada 11-20 September 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Pendopo Gubernur NTB di Mataram, Rabu. meminta kepada seluruh peserta agar meluruskan niat dalam mengikuti MTQ Nasional.

Ia menjelaskan keikutsertaan dalam ajang tersebut bukan semata-mata untuk mengejar juara, bonus, maupun penghargaan, tetapi yang paling utama menjalankan misi syiar dan mengangkat kalimat Allah.

"Niat kita bukan untuk mencari bonus, penghargaan, atau juara. Niat kita adalah syiar, untuk mengangkat kalimat Allah," ujarnya

Ia mengatakan apabila nantinya terdapat peserta NTB yang meraih juara, hal tersebut hendaknya dipandang sebagai bonus sekaligus bentuk apresiasi atas perjuangan dan latihan yang telah dijalani.

"Kalau nanti ada yang juara, itu bonus, bentuk apresiasi dari perjuangan dan latihan. Niatkan untuk syiar dan belajar. Kafilah akan bertemu dengan qari, qariah, hafiz dan hafizah dalam festival Al Quran terbesar. Ini niatnya syiar dan belajar," katanya.

Ia mengingatkan bahwa menuntut ilmu merupakan bagian dari perjuangan di jalan Allah.

Oleh karena itu, MTQ Nasional harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk menambah pengalaman, memperluas wawasan, dan belajar dari para peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepada seluruh kafilah, terutama qari dan qariah senior, Iqbal mengingatkan agar memberikan penampilan terbaik sekaligus menjaga kehormatan NTB.

Menurutnya, keikutsertaan NTB dalam seluruh cabang dan golongan MTQ Nasional menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam membina dan mengembangkan generasi qurani.

"Kita ingin menunjukkan bahwa kajian dan pengembangan Al Quran masih hidup di NTB. Kita angkat kembali kenangan lama tahun 70-an, ketika orang melihat NTB dan merasa gentar kalau datang," katanya.

Baca juga: Gubernur NTB memastikan APBD Perubahan 2026 ikuti arahan KPK

Ia mengapresiasi proses pembinaan yang telah dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) NTB bersama tim pelatih. Pemusatan latihan telah dilaksanakan selama lebih dari satu bulan, baik secara tatap muka maupun daring, dan diikuti seluruh peserta.

Menurutnya, proses pembinaan tersebut perlu terus ditingkatkan pada masa mendatang.

Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Pemprov NTB tetap berkomitmen memberikan ruang bagi generasi qurani NTB untuk berkompetisi di tingkat nasional.

Ia menegaskan perjuangan para peserta tidak boleh berhenti setelah MTQ Nasional selesai.

Hasil dari keikutsertaan di Semarang harus menjadi bahan evaluasi dan pijakan untuk mempersiapkan MTQ berikutnya.

Baca juga: Kunjungan Putri Victoria semakin kenalkan kawasan NTB di mata dunia

Ia juga meminta seluruh kafilah menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri secara maksimal, baik secara fisik, hafalan maupun penampilan.

"Sepulang dari MTQ, latihan tidak selesai. Pulangnya kita langsung siapkan MTQ yang akan datang. Kaderisasi harus berjalan dengan baik," katanya.

Ketua Panitia/Training Center Kafilah NTB untuk MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang Abdul Aziz Fahmi mengatakan NTB akan mengikuti seluruh cabang dan golongan yang diperlombakan dalam MTQ Nasional 2026, yakni delapan cabang dan 24 golongan.

Kafilah NTB terdiri atas 56 peserta, dua pendamping peserta disabilitas netra, 10 pelatih, dan 12 ofisial, sehingga total rombongan NTB mencapai 80 orang.

Selain mengirimkan peserta, NTB juga mendapat kepercayaan dengan ditetapkannya tiga orang asal NTB sebagai Dewan Hakim MTQ Nasional oleh Kementerian Agama.

Pembinaan peserta telah dilakukan melalui pemusatan latihan selama lebih dari satu bulan secara offline dan online. Seluruh peserta mengikuti proses tersebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Kafilah NTB akan berangkat menuju Kota Semarang pada 11 September 2026. Pembukaan MTQ Nasional dijadwalkan pada 12 September 2026 dan diharapkan dibuka oleh Presiden.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026